EtIndonesia. Pada Jumat (15/8/2025), banjir bandang melanda Kashmir, bagian India, menewaskan sedikitnya 60 orang dan membuat 200 orang lainnya hilang. Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung, dan jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah.
Pada hari itu, tim penyelamat menggunakan sekop dan buldoser untuk mencari korban selamat di bawah bongkahan batu besar dan puing-puing.
Sehari sebelumnya, tanah longsor dan banjir menerjang Desa Chasoti di Kashmir, India, menyeret para peziarah yang tengah singgah sementara di sana.
Para penyintas mengenang, ada sekitar 150 hingga 200 orang di lokasi, semuanya tersapu hanya dalam hitungan detik.
Tim penyelamat terus berupaya mengevakuasi orang-orang dari reruntuhan. Di area terdampak, jembatan darurat juga telah dibangun untuk mengevakuasi warga.
Seorang korban selamat yang tubuhnya penuh lumpur terlihat menggendong seorang anak, diikuti oleh beberapa penyintas lain yang juga penuh lumpur.
Pejabat setempat menyatakan, banjir ini juga menyebabkan sedikitnya 100 orang terluka. Pihak berwenang tengah berupaya mengevakuasi para korban luka dan memberikan bantuan darurat.
Ini adalah kedua kalinya dalam bulan ini wilayah Himalaya India dilanda banjir.
Para ahli lingkungan memperingatkan bahwa pembangunan kota yang berlebihan dan penebangan hutan membuat kawasan pegunungan ini semakin rapuh.
“Pembangunan jalan, pembangunan bendungan, serta ekspansi besar-besaran sektor pariwisata telah mendorong urbanisasi yang pada akhirnya membawa bencana,” kata Ravi Chopra, pakar ekologi Himalaya.
Wilayah bencana ini juga berada di perbatasan India, Pakistan, dan Tiongkok, sehingga selain menjadi daerah rawan bencana pegunungan, juga memiliki sensitivitas geopolitik yang menarik perhatian dunia.
Sumber : NTDTV.com


