Aksi Pemberantasan Nyamuk Secara Ekstrem di Guandong, Tiongkok Mirip “Tentara Jepang Masuk Desa”, Bahkan Kebun Sayur Disemen Mati

Aksi pemberantasan nyamuk di Guangdong, Tiongkok semakin kacau, oleh warga digambarkan seperti “tentara Jepang masuk desa.” Asap tebal ada di mana-mana, jalur hijau dibabat habis, rumah kaca petani bunga dipaksa dikosongkan. Bahkan kebun sayur warga disemen mati, apalagi saluran air ditutup dengan kawat besi hingga menyebabkan banjir di kota.

EtIndonesia. Pada 15 Agustus, seorang petani bunga di Guangzhou merekam video, mengatakan bahwa karena alasan pencegahan penyakit, rumah kacanya dipaksa dikosongkan oleh petugas pemerintah.

Di video muncul spanduk peringatan bertuliskan: “Lokasi sedang dikerjakan, kendaraan segera pindah, jika tidak tanggung akibatnya sendiri.”

Seorang netizen yang merekam di lokasi berkata:  “Lihatlah saudara-saudara, ini bukan lagi urusan kecil, rumah kaca pun disapu bersih. Lihat, rumah kaca ya, alat berat masuk, langsung diratakan bersih.”

“Lihat ini, bunga-bunga masih ada di dalam, pot-pot masih rapi, saudara-saudara yang mengerti pasti tahu maksudnya. Yang tidak mengerti ya apa daya, dua tangan melawan banyak orang…”

Pada 16 Agustus, seorang netizen di Foshan mengunggah foto yang menunjukkan kondisi halaman rumahnya setelah disemprot petugas: “Kebun sayur yang tadinya ada, semuanya sudah disemen mati.”

Tangkapan layar kebun sayur disemen

Netizen lain menyindir:  “Disemen begini, otomatis menambah biaya dan tenaga kerja, bisa jadi bahan laporan ke atasan untuk minta penghargaan… bahkan ikut menambah GDP lokal. Nanti kalau wabah sudah lewat, pemilik rumah harus bayar lagi untuk bongkar semen… sekali jalan menciptakan lapangan kerja, mendorong GDP, benar-benar ‘menang besar’.”

Ada juga yang mengkritik pemerintah Tiongkok:  “Mulai kambuh lagi. Terlalu sering mengambil langkah ekstrem.”

Yang lain berkeluh kesah:  “Kenapa harus begini? Hanya demi usir nyamuk, sampai-sampai mengorbankan mata pencaharian rakyat.”

Baru-baru ini, banyak video beredar di internet yang memperlihatkan aksi pemberantasan nyamuk di Guangdong demi mencegah chikungunya, namun penuh adegan absurd. Petugas membersihkan besar-besaran tanaman hijau, pohon-pohon di pinggir jalan dan taman bunga disemen mati, tanaman di kompleks perumahan digunduli habis.

Seorang warga dalam video berkata:  “Lihatlah betapa parahnya pemberantasan nyamuk di Guangdong sekarang. Saya sampai kaget, hampir mengira tentara Jepang masuk desa. Ini bukan membasmi nyamuk, malah manusia yang hampir pingsan karena asap.”

Video lain memperlihatkan di sebuah kompleks perumahan di Foshan, anak-anak sedang berenang, tapi petugas menyemprot asap di lokasi, membuat banyak anak di kolam renang menutup hidung karena kepanasan dan sesak.

Bahkan pemerintah Foshan menutup saluran air dengan kawat besi, sehingga saat hujan deras, seluruh kota kebanjiran. Banyak warga Foshan mengkritik tindakan ekstrem ini, menyebutnya sebagai bencana buatan manusia.

Aksi ekstrem ini memicu keluhan dan ejekan warga:

 “Operasi bersih-bersih jalur hijau Guangdong.”
“Apakah taman di depan kantor pemerintah juga dibersihkan? Harus lindungi baik-baik milik pejabat.”
“Aduh, seperti deja vu tiga tahun lalu, hasilnya sama juga…”
“Kenapa tidak cukup meneteskan obat anti-nyamuk ke wadah air di bawah pot bunga? Kenapa potnya juga harus dibuang? Sayang sekali bunganya.”
“Kalau nyamuk saja tidak bisa diberantas, apa kalian mau bereskan rakyat juga?”

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine