EtIndonesia. Serangan drone Rusia yang terjadi semalam di Kharkiv menewaskan tiga orang, termasuk seorang anak, dan melukai lebih dari selusin lainnya, kata otoritas Ukraina, Senin (18/8).
“Sampai saat ini, tiga orang diketahui tewas, termasuk seorang anak kecil. 18 orang terluka, termasuk anak-anak,” tulis kepolisian wilayah Kharkiv di Telegram.
Polisi memperingatkan bahwa orang-orang mungkin terjebak di bawah reruntuhan gedung apartemen lima lantai yang terkena serangan dini hari tersebut.
Kota di dekat perbatasan Rusia itu juga dihantam rudal balistik beberapa jam sebelumnya yang melukai setidaknya 11 orang, kata Wali Kota Igor Terekhov.
Senin dini hari, serangan Rusia juga menghantam wilayah Sumy, dekat perbatasan, melukai dua orang.
Kepala administrasi militer regional, Oleg Grygorov, mengatakan sebuah bom dan kemudian sebuah drone melukai seorang perempuan berusia 57 tahun dan seorang pengemudi berusia 43 tahun.
Serangan udara terbaru terjadi ketika Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy dan sekutu-sekutu Eropanya diperkirakan akan berada di Washington untuk perundingan yang bertujuan mengakhiri perang.
Tepat sebelum kedatangan Zelenskyy di ibu kota AS, Presiden AS, Donald Trump mengatakan bahwa Ukraina tidak akan mempertimbangkan kembali Krimea atau bergabung dengan NATO.
Zelenskyy telah berulang kali menolak tekanan untuk menyerahkan wilayah yang saat ini diduduki Rusia, yang mencakup sekitar 20 persen wilayah Ukraina.
Rusia baru-baru ini berhasil memperoleh lebih banyak wilayah, terutama di wilayah timur Ukraina, sambil mengusulkan agar Ukraina meninggalkan Donbas dengan imbalan pembekuan garis depan di pelabuhan Laut Hitam Kherson dan Zaporizhzhia, di mana kota-kota utamanya masih berada di bawah kendali Kyiv.(yn)


