EtIndonesia. Dalam hidup maupun pekerjaan, kita pasti akan—atau pernah—menghadapi kesulitan. Justru di saat kita berada dalam masa-masa sulit, kita semakin perlu menemukan kekuatan untuk terus berusaha. Karena dengan berusaha, kita akan merasakan hasil yang berbeda—rasa bangga, rasa bahagia—yang hanya muncul ketika kita telah mengerahkan kesungguhan.
Kadang, ketika kita menyalahkan diri karena hasil yang kurang baik atau merasa kalah dibanding orang lain, kita terlalu fokus pada hasil akhir. Padahal, sesekali menoleh ke belakang dan melihat proses yang sudah kita jalani juga penting.
Apakah selama ini kita hanya berdiri di tempat? Atau kita sudah memberikan segalanya? Jika ternyata kita masih di titik awal, maka sekarang adalah saatnya melangkah. Namun, jika kita sudah berjuang sepenuh hati tapi belum mendapatkan hasil yang kita impikan, siapa yang bisa memastikan bahwa “ideal” adalah satu-satunya hasil terbaik?
Apa pun yang kita peroleh setelah berusaha adalah hasil yang baik.
Baik kita masih berjalan di jalur impian, masih dalam tahap persiapan, atau sedang menapakkan langkah pertama menuju langkah berikutnya—berilah diri kita sendiri dorongan semangat.
Hargai keteguhan, usaha, dan ketidakmenyerahan diri. Apresiasi sosok yang telah berjuang dalam diri kita, karena meski kita tak selalu sadar, setiap upaya dan setiap titik lelah layak diberi pujian. Satu kata pujian bisa membuat kita tampil lebih baik, bahkan lebih kuat menjalani proses.
“Aku sedang berjalan di jalan yang kupilih.” Namun, jangan lupa bahwa di jalan ini, kita tidak benar-benar sendirian.
Mungkin ada yang berpikir: “Jangan bergantung pada orang lain. Semua orang punya urusan masing-masing, mereka tak akan peduli pada kita.”
Wajar saja jika ada kekhawatiran seperti itu, tetapi yang dimaksud dengan “tidak sendirian” bukanlah untuk bergantung, apalagi membebani orang lain.
Aku percaya, kadang satu kalimat dari orang lain bisa membawa pengaruh besar.
Seperti pepatah: “Orang yang terlibat (pelaku dalam suatu kejadian/masalah) sering kali bingung, sementara orang luar bisa melihat (mengetahui) dengan lebih jelas.”
Terkadang orang lain lebih mampu melihat sumber masalah yang kita hadapi. Meski mereka tak selalu bisa langsung memberi solusi, ucapan sederhana yang penuh ketulusan bisa mengubah kondisi emosi dan pola pikir kita.
Seperti yang tertulis dalam sebuah buku—tentang “dorongan semangat”—jika dorongan dari diri sendiri dipadukan dengan pengakuan dan dukungan dari orang lain, perjalanan kita tak akan terasa terlalu membingungkan.
Keteguhan dan semangat untuk terus maju pun akan semakin kuat. (jhn/yn)


