Rusia Kembali Meluncurkan Serangan, Zelenskyy Kutuk Putin karena Mempermalukan Upaya Diplomatik

Berita terbaru yang diterima, menurut Angkatan Udara Ukraina, pesawat pengebom strategis Rusia telah lepas landas dan kemungkinan akan melancarkan gelombang serangan berikutnya terhadap Ukraina. Menjelang KTT Gedung Putih, Rusia kembali mengerahkan sejumlah besar drone dan rudal menyerang berbagai wilayah di Ukraina, menewaskan sedikitnya 10 orang, termasuk seorang balita berusia 1,5 tahun. Presiden Zelensky mengecam serangan tersebut sebagai aksi demonstratif dan penuh sindiran, yang menurutnya merupakan penghinaan terhadap upaya diplomatik para pemimpin dunia menuju perdamaian.

EtIndonesia. Asap tebal terus membumbung dari atap gedung apartemen yang hancur, menciptakan pemandangan yang mengerikan. Tim penyelamat berusaha sekuat tenaga mengevakuasi korban selamat.

Petugas penyelamat: “Saya akan mencoba menggeser pelat baja ini sedikit. Jika kamu merasa terjepit, terutama di kaki, segera katakan.”

Pada Senin (18/8/2025) pagi, penduduk Kharkiv—kota terbesar kedua di Ukraina—terbangun oleh suara ledakan drone Rusia. Serangan itu menewaskan sedikitnya 7 orang dan melukai 23 orang lainnya. Seorang bayi perempuan berusia 1,5 tahun dan kakaknya yang berusia 16 tahun termasuk di antara korban jiwa.

Tetangga korban: “Saya melihat si kecil itu mengambil langkah pertamanya tepat di depan jendela rumah saya. Itu adalah keluarga yang sangat baik.”

Warga Kharkiv, Yakusheva: “Mereka menyerang kompleks apartemen biasa, banyak unit, banyak keluarga, ada anak-anak, taman bermain, dan area hunian.”

Sementara itu, wilayah Zaporizhzhia di Ukraina tenggara juga mengalami serangan udara hebat dari Rusia yang menewaskan sedikitnya 3 orang dan melukai 20 lainnya. Di Odesa, sebuah fasilitas bahan bakar dan energi terbakar hebat setelah terkena serangan.

Pada saat serangan ini terjadi, Presiden Zelensky telah tiba di Washington untuk bertemu Presiden Trump bersama para pemimpin Eropa membahas masalah perdamaian Ukraina.

Zelenskyy menulis bahwa Rusia sengaja melancarkan serangan sebelum pertemuan di Gedung Putih sebagai bentuk demonstrasi dan sindiran. Ia mengecam hal itu sebagai penghinaan terhadap upaya diplomatik internasional. Zelensky menegaskan bahwa perang harus diakhiri dan Moskow harus mendengar kata “berhenti”.

Sebelumnya, Trump melalui platform “Truth Social” menyampaikan dua syarat yang jelas bagi Zelensky untuk segera mengakhiri perang: Ukraina harus melepaskan Krimea yang secara ilegal dianeksasi Moskow pada 2014, dan berjanji mutlak untuk tidak bergabung dengan NATO.

Warga Kyiv, Voitko: “Dia (Zelensky) tidak akan membuat konsesi apa pun. Saya berharap mitra internasional bisa membantu, dukungan mereka akan sangat penting untuk mendapatkan persetujuan Trump.”

Survei terbaru Gallup menunjukkan 69% rakyat Ukraina mendukung segera mengakhiri perang melalui negosiasi—angka ini melonjak 47 poin dibanding awal invasi besar-besaran. Sementara hanya 24% yang masih ingin melanjutkan pertempuran hingga meraih kemenangan. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine