Tindakan Menutup-nutupi Sebabkan Merebaknya Chikungunya di Beberapa Provinsi,  Langkah Ekstrem Memerangi Epidemi Mendatangkan Bencana

EtIndonesia. Wabah demam Chikungunya meledak besar di Guangdong, Tiongkok.  Dikarenakan pemerintah menutup-nutupi dan tidak segera melaporkan, epidemi dengan cepat menyebar hingga meluas ke banyak provinsi, bahkan menjalar ke Hong Kong, Makau, dan Taiwan. 

Baru-baru ini, otoritas Guangdong meluncurkan kampanye pemusnahan nyamuk secara ekstrem: mencabut taman hijau, menutup kebun warga dengan semen, bahkan saluran air pun ditutup dengan kawat besi. Akibatnya, ketika topan dan hujan deras melanda, Kota Foshan dilanda banjir parah, memicu kemarahan masyarakat.

 “Lihat sendiri, betapa berlebihan cara Guangdong membasmi nyamuk. Saya sampai kaget—ini bukan lagi membunuh nyamuk, orang-orang malah hampir keracunan pestisida,” ujar seorang warga. 

Video yang beredar di internet menunjukkan, banyak daerah di Guangdong melakukan “kampanye pemusnahan nyamuk”: tanaman hijau dibabat habis, pohon pinggir jalan ditebang, taman bunga disemen, tanaman hijau di kompleks perumahan dicabut, bahkan selokan ditutup dengan kawat besi. Ketika topan Yangliu datang, air tersumbat sehingga Foshan mengalami banjir parah.

Seorang warga lain mengeluh:  “Di sini genangan air besar. Bukannya alasan mereka nyamuk berkembang biak di air tergenang? Sekarang malah makin banyak air tergenang.”

Wabah Chikungunya, juga disebut penyakit “qugong”, sebenarnya sudah muncul di Foshan sejak awal Juni, menurut laporan masyarakat. Namun, pemerintah baru mengumumkannya ke publik pada 15 Juli, sehingga penyakit menyebar cepat. Kini epidemi telah meluas ke banyak provinsi. Selain Beijing dan Hubei, wilayah Guangxi dan Zhejiang juga sudah masuk kategori wilayah pengendalian tingkat 1.

Di Guangxi, jumlah kasus terus meningkat. Pada 17 Agustus, otoritas menggelar rapat darurat dan menekankan bahwa wilayah tersebut kini menghadapi kasus impor demam berdarah dan Chikungunya secara beruntun. Dengan cuaca panas dan hujan lebat, lingkungan perkembangbiakan nyamuk sangat kompleks, sehingga risiko penyebaran semakin tinggi.

 “Chikungunya utamanya menimbulkan radang sendi. Meski ini gejala umum, berbeda dengan demam berdarah—radang sendinya bisa berlangsung lebih lama. Jadi, ini tetap ancaman serius bagi kesehatan masyarakat,” ujar Mantan peneliti virologi Institut Penelitian Angkatan Darat AS, Dr. Lin Xiaoxu. 

Baru-baru ini, pakar utama pengendalian vektor di Pusat CDC Tiongkok, Liu Qiyong, secara langka mengakui bahwa wabah kali ini terlambat ditemukan, dan jumlah kasus awal sudah banyak, sehingga menimbulkan ledakan besar. Sejumlah pakar pun meragukan: mungkin yang beredar di Tiongkok  bukan hanya Chikungunya semata.

 “Di Guangdong, nyamuk bukan hanya satu jenis. Misalnya nyamuk Aedes bisa membawa lebih dari satu jenis penyakit. Jadi, selain Chikungunya, apakah ada penyakit lain yang ikut dibawa? Itu patut dipertanyakan,” ujar Dr. Lin Xiaoxu. 

Selain itu, virus corona juga belum mereda. Pemerintah terus menutup-nutupi kenyataan. Dua tahun terakhir, jumlah orang yang meninggal mendadak meningkat pesat di seluruh negeri, termasuk kalangan muda dan figur publik.

  • Pada 12 Agustus, Tang Tang, seorang pembawa acara wanita berusia 27 tahun dari Liaoning, mendadak meninggal dunia.
  • Pada 8 Agustus, penyanyi pria asal Tiongkok berusia 35 tahun, Pu Xiang, wafat karena serangan jantung.
  • Pada hari yang sama, media melaporkan Liu Yiyang, binaragawan terkenal berusia 38 tahun, juga meninggal mendadak.

Pada Agustus 2023, pendiri Falun Gong, Guru Li Hongzhi, pernah memperingatkan bahwa pandemi COVID-19 terutama ditujukan kepada Partai Komunis, serta mereka yang membela dan mengabdikan diri kepada PKT. Kini, banyak orang telah meninggal, termasuk banyak anak muda.

Dalam artikel Rasional, Guru Li menegaskan cara menghindar dari bencana: “Menjauhlah dari partai jahat PKT, jangan berdiri di pihak partai jahat, karena di belakangnya adalah iblis merah, perilaku permukaannya adalah berandal, bahkan berani melakukan segala kejahatan. Dewa akan mulai memberantasnya, dan mereka yang berdiri di pihaknya juga akan disingkirkan.” 

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine