EtIndonesia. Wabah demam Chikungunya meledak besar di Guangdong, Tiongkok. Dikarenakan pemerintah menutup-nutupi dan tidak segera melaporkan, epidemi dengan cepat menyebar hingga meluas ke banyak provinsi, bahkan menjalar ke Hong Kong, Makau, dan Taiwan.
Baru-baru ini, otoritas Guangdong meluncurkan kampanye pemusnahan nyamuk secara ekstrem: mencabut taman hijau, menutup kebun warga dengan semen, bahkan saluran air pun ditutup dengan kawat besi. Akibatnya, ketika topan dan hujan deras melanda, Kota Foshan dilanda banjir parah, memicu kemarahan masyarakat.
“Lihat sendiri, betapa berlebihan cara Guangdong membasmi nyamuk. Saya sampai kaget—ini bukan lagi membunuh nyamuk, orang-orang malah hampir keracunan pestisida,” ujar seorang warga.
中共隱瞞疫情 屈公病爆發蔓延多省
— 新唐人電視台 (@NTDChinese) August 20, 2025
6月初佛山已出現病例,卻拖到7月中才公布,如今疫情已蔓延至多省,專家更質疑中國恐不止流行屈公病。
更多真相,點擊揭曉👉https://t.co/lbwhk77ZZ3#屈公病 #疫情真相 #廣東 #中共隱瞞 #公共衛生危機 https://t.co/PtztjL1MLX pic.twitter.com/5ib6vTZVUs
Video yang beredar di internet menunjukkan, banyak daerah di Guangdong melakukan “kampanye pemusnahan nyamuk”: tanaman hijau dibabat habis, pohon pinggir jalan ditebang, taman bunga disemen, tanaman hijau di kompleks perumahan dicabut, bahkan selokan ditutup dengan kawat besi. Ketika topan Yangliu datang, air tersumbat sehingga Foshan mengalami banjir parah.
Seorang warga lain mengeluh: “Di sini genangan air besar. Bukannya alasan mereka nyamuk berkembang biak di air tergenang? Sekarang malah makin banyak air tergenang.”
Wabah Chikungunya, juga disebut penyakit “qugong”, sebenarnya sudah muncul di Foshan sejak awal Juni, menurut laporan masyarakat. Namun, pemerintah baru mengumumkannya ke publik pada 15 Juli, sehingga penyakit menyebar cepat. Kini epidemi telah meluas ke banyak provinsi. Selain Beijing dan Hubei, wilayah Guangxi dan Zhejiang juga sudah masuk kategori wilayah pengendalian tingkat 1.
廣東再現全民核酸 專家批欺騙百姓:屈公病不會人傳人
— 新唐人電視台 (@NTDChinese) August 6, 2025
基孔肯雅熱蔓延,廣東當局再度採用新冠疫情的極端防疫措施:要求全民核酸檢測,發現染疫必須住院,不許居家隔離。民怨四起:住院觀察四天自費一千多元。
專家表示:這些防疫手段毫無意義。
🗣基孔肯雅熱(屈公病)並沒有人傳人的特性。… https://t.co/2z5Cy9Os2i pic.twitter.com/gvxOxeaAOQ
Di Guangxi, jumlah kasus terus meningkat. Pada 17 Agustus, otoritas menggelar rapat darurat dan menekankan bahwa wilayah tersebut kini menghadapi kasus impor demam berdarah dan Chikungunya secara beruntun. Dengan cuaca panas dan hujan lebat, lingkungan perkembangbiakan nyamuk sangat kompleks, sehingga risiko penyebaran semakin tinggi.
“Chikungunya utamanya menimbulkan radang sendi. Meski ini gejala umum, berbeda dengan demam berdarah—radang sendinya bisa berlangsung lebih lama. Jadi, ini tetap ancaman serius bagi kesehatan masyarakat,” ujar Mantan peneliti virologi Institut Penelitian Angkatan Darat AS, Dr. Lin Xiaoxu.
Baru-baru ini, pakar utama pengendalian vektor di Pusat CDC Tiongkok, Liu Qiyong, secara langka mengakui bahwa wabah kali ini terlambat ditemukan, dan jumlah kasus awal sudah banyak, sehingga menimbulkan ledakan besar. Sejumlah pakar pun meragukan: mungkin yang beredar di Tiongkok bukan hanya Chikungunya semata.
“Di Guangdong, nyamuk bukan hanya satu jenis. Misalnya nyamuk Aedes bisa membawa lebih dari satu jenis penyakit. Jadi, selain Chikungunya, apakah ada penyakit lain yang ikut dibawa? Itu patut dipertanyakan,” ujar Dr. Lin Xiaoxu.
Selain itu, virus corona juga belum mereda. Pemerintah terus menutup-nutupi kenyataan. Dua tahun terakhir, jumlah orang yang meninggal mendadak meningkat pesat di seluruh negeri, termasuk kalangan muda dan figur publik.
- Pada 12 Agustus, Tang Tang, seorang pembawa acara wanita berusia 27 tahun dari Liaoning, mendadak meninggal dunia.
- Pada 8 Agustus, penyanyi pria asal Tiongkok berusia 35 tahun, Pu Xiang, wafat karena serangan jantung.
- Pada hari yang sama, media melaporkan Liu Yiyang, binaragawan terkenal berusia 38 tahun, juga meninggal mendadak.
Pada Agustus 2023, pendiri Falun Gong, Guru Li Hongzhi, pernah memperingatkan bahwa pandemi COVID-19 terutama ditujukan kepada Partai Komunis, serta mereka yang membela dan mengabdikan diri kepada PKT. Kini, banyak orang telah meninggal, termasuk banyak anak muda.
Dalam artikel Rasional, Guru Li menegaskan cara menghindar dari bencana: “Menjauhlah dari partai jahat PKT, jangan berdiri di pihak partai jahat, karena di belakangnya adalah iblis merah, perilaku permukaannya adalah berandal, bahkan berani melakukan segala kejahatan. Dewa akan mulai memberantasnya, dan mereka yang berdiri di pihaknya juga akan disingkirkan.”
Sumber : NTDTV.com


