Trump Melihat Perdamaian Universal Sebagai Misinya, Tegaskan Mengakhiri Perang Seperti Kembali ke Surga

Sejak menjabat, Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus berupaya mengembalikan keimanan rakyat Amerika kepada Tuhan. Pada Selasa (19 Agustus), dalam sebuah wawancara, ia menyatakan bahwa jika bisa menghentikan perang yang menimbulkan penderitaan, ia rela memikul beban tersebut. Bahkan, Trump mengatakan: “Itu akan menjadi salah satu alasan saya bisa masuk surga.” 

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan bahwa presiden serius dengan ucapannya. Sementara itu, Wakil Presiden Vance dan Menteri Pertahanan Hegseth  mengunjungi pasukan Garda Nasional yang ditempatkan di Washington DC, untuk berterima kasih atas kontribusi mereka dalam menurunkan angka kejahatan di ibu kota secara signifikan. 

Laporan dari wartawan NTD di Washington, Zhang Liang dan Ren Hao

Reporter Zhang Liang (NTD Washington): Presiden Trump terus berupaya menjadi mediator untuk mengakhiri konflik di berbagai kawasan dan membawa perdamaian dunia. Pada Selasa, dalam wawancara telepon dengan Fox News, ia mengatakan bahwa mengakhiri perang di berbagai negara mungkin akan menjadi alasan baginya untuk masuk surga.

Presiden AS Donald Trump :  “Kalian tahu, jika (dengan mengakhiri perang Rusia–Ukraina) saya bisa menyelamatkan 7.000 orang setiap minggu dari kematian, saya rasa itu hal yang sangat baik. Saya ingin melakukannya jika memungkinkan, dan jika karena itu saya bisa masuk surga.”

Trump menambahkan, meski ada yang menilai kinerjanya buruk, ia yakin telah memikul beban dunia di pundaknya.

Trump:  “Jika saya bisa masuk surga, maka (mengakhiri beberapa perang) seharusnya menjadi salah satu alasannya.”

Sejak menjabat lebih dari setengah tahun, Trump mengklaim sudah berhasil mengakhiri 7 perang.

Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt:  “Saya rasa presiden benar-benar serius. Saya kira presiden ingin masuk surga, dan saya berharap semua orang di sini juga demikian (ingin masuk surga).”

Vance Kunjungi Stasiun Union, Apresiasi Garda Nasional

Pada Rabu (20 Agustus), Wakil Presiden JD Vance, Menteri Pertahanan Hegseth, dan Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller mengunjungi pasukan Garda Nasional yang ditempatkan di Stasiun Union, Washington DC.

Wakil Presiden Vance: “Beberapa tahun lalu, saya membawa anak-anak ke sini (Union Station), dan mereka diganggu oleh gelandangan yang berperilaku kasar. Anak-anak sangat ketakutan. Salah satu pencapaian dari kerja sama pemerintah federal dengan Garda Nasional dalam 9 hari terakhir adalah menjadikan tempat ini kembali aman untuk berjalan kaki, dan tempat yang bisa kembali didatangi anak-anak bersama keluarganya.”

Vance mengucapkan terima kasih atas pengabdian Garda Nasional. Ia menegaskan bahwa ibu kota AS pernah menjadi salah satu kota dengan tingkat kejahatan tertinggi di dunia, dan ketidakamanan di jalanan pada malam hari adalah sebuah aib bagi seluruh rakyat Amerika.

Vance:  “Syukur kepada Tuhan! Kita kini punya presiden yang dengan kepemimpinannya telah mengubah (Washington DC).”

Menurut Vance, sejak Trump menandatangani perintah eksekutif menempatkan pasukan di Washington DC, angka kejahatan dengan kekerasan turun 35%, sementara kasus perampokan turun 50%.

Meski demikian, ada aksi protes di sekitar stasiun serta hasil survei yang menolak pengerahan pasukan. Vance menilai survei itu tidak mewakili suara rakyat.

Stephen Miller, Wakil Kepala Staf Gedung Putih:  “Suara (protes) yang kalian dengar itu berasal dari komunis gila. Mereka tidak punya akar di sini, tidak punya hubungan dengan kota ini.”

Miller juga menegaskan bahwa pemerintah akan meningkatkan penegakan hukum, memberantas kelompok kriminal dan geng di Washington DC.

Trump Desak Anggota Dewan Gubernur The Fed Mengundurkan Diri

Pada Rabu, Trump menulis di platform sosial Truth Social, mendesak anggota Dewan Gubernur Federal Reserve, Lisa D. Cook, untuk mundur.

Sebelumnya, Direktur Badan Keuangan Perumahan Federal (FHFA), Bill Pulte menuduh Cook melakukan penipuan terkait pinjaman perumahan. Ia diduga pada Juni 2021 terlebih dahulu mendaftarkan sebuah properti di Michigan sebagai tempat tinggal utama untuk memperoleh kredit, lalu mengubah alamat utama ke apartemen di Georgia untuk mengajukan hipotek lain.

Pulte telah mengirim surat kepada Jaksa Agung Bondi untuk meminta investigasi.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine