Juru bicara militer Israel, Effie Defrin, pada Rabu (20 Agustus) mengumumkan dimulainya operasi militer awal dan tahap pertama serangan terhadap Kota Gaza, serta menyatakan bahwa pasukan Israel telah menguasai wilayah pinggiran kota. Militer Israel juga telah memobilisasi sekitar 60.000 pasukan cadangan, sementara pemerintah sedang mempertimbangkan usulan gencatan senjata baru untuk mengakhiri perang yang sudah berlangsung hampir dua tahun.
EtIndonesia. Israel menyatakan bahwa Kota Gaza merupakan pusat pemerintahan dan kegiatan militer Hamas. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) kini telah bergerak di wilayah pinggiran Kota Gaza dan “menguasai daerah pinggiran kota.”
Menurut Defrin, Hamas saat ini telah berubah menjadi “pasukan gerilya yang sangat melemah.”
Sebagai bagian dari operasi tersebut, militer Israel sedang menghancurkan fasilitas militer di atas dan bawah tanah, menumpas kelompok bersenjata, serta memperkuat kendali operasional di wilayah itu. Hal ini memungkinkan pasukan Israel memperluas operasinya ke lebih banyak lokasi dan mencegah kelompok bersenjata Palestina kembali ke basis mereka.
Diketahui, Israel kini telah menguasai sekitar 75% wilayah Jalur Gaza.
⭕️Earlier today, over 15 terrorists fired both gunfire and anti-tank missiles and attempted to infiltrate a fortified IDF position in Khan Yunis. The troops, with IAF support, eliminated 10 armed terrorists in close-quarters combat.
— Israel Defense Forces (@IDF) August 20, 2025
The incident is ongoing and troops continue to… pic.twitter.com/ra1MekBtsV
Dewan Keamanan Israel yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bulan ini telah menyetujui rencana perluasan operasi militer di Gaza.
Meski mendapat kritik internasional karena operasi militer ini kemungkinan besar akan membuat lebih banyak warga Palestina kehilangan tempat tinggal, Israel tetap melanjutkan rencana untuk merebut kota terbesar di Gaza tersebut.
Untuk mengurangi risiko korban sipil, militer Israel telah memberikan peringatan kepada warga sipil yang berada di zona pertempuran dan mengizinkan mereka mengungsi ke arah selatan. Netanyahu juga menyatakan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk merebut Kota Gaza akan dipersingkat.
Selain itu, pada 20 Agustus, Menteri Pertahanan Israel tidak hanya menyetujui rencana merebut Kota Gaza, tetapi juga mengizinkan mobilisasi sekitar 60.000 pasukan cadangan. Langkah ini, di tengah upaya mediator mendorong gencatan senjata, semakin menekan Hamas.
Sementara itu, pemerintah Israel tengah mempertimbangkan usulan gencatan senjata baru. Negara-negara mediator yang berupaya menghentikan perang Gaza selama hampir dua tahun terakhir kini menunggu tanggapan resmi Israel atas proposal terbaru tersebut.
Sumber : NTDTV.com


