EtIndonesia. Dalam sebuah pengungkapan yang mengerikan, Presiden Belarus, Alexander Lukashenko mengklaim bahwa otoritas Rusia berencana menyerang pusat administrasi Ukraina di Kiev – kantor Zelenskyy – dengan rudal Oreshnik baru. Namun, Vladimir Putin memveto proposal yang diajukan oleh pejabat seniornya.
Menurut Russia Today, sebuah jaringan televisi berita internasional yang dikendalikan negara, Lukashenko, saat berbicara kepada wartawan pada hari Jumat (22/8) di Minsk, mengatakan bahwa sejumlah tokoh yang tidak disebutkan namanya di Rusia telah menyarankan penggunaan sistem tersebut untuk menyerang “pusat-pusat pengambilan keputusan” di Kiev, tetapi Putin menolak saran tersebut dengan mengatakan “Sama sekali tidak”.
“Tidak akan ada yang tersisa jika serangan itu terjadi,” tambah Presiden Belarus.
Pada bulan Mei, Putin mengatakan bahwa Barat memprovokasinya untuk menggunakan senjata nuklir di Ukraina, tetapi Moskow tidak perlu mengambil langkah tersebut.
“Saya harap itu tidak perlu,” pungkasnya.
Rudal Oreshnik Rusia
Oreshnik adalah sistem rudal hipersonik jarak menengah yang baru dikembangkan oleh Rusia dengan kecepatan hingga Mach 10. Produksi serial rudal yang pertama kali diuji coba pada November 2024 ketika menghantam fasilitas pertahanan Yuzhmash Ukraina di Dnepr telah dimulai.
Para pejabat Rusia membandingkan daya rusak rudal tersebut dalam bentuk konvensional dengan serangan nuklir berdaya ledak rendah.
Status perundingan damai Rusia-Ukraina
Sementara itu, belum banyak perkembangan dalam perundingan damai antara Ukraina dan Rusia setelah perundingan Trump-Putin di Alaska pekan lalu. Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov pada hari Jumat (22/8) menuduh Zelenskyy menolak beberapa prinsip yang diperlukan untuk perdamaian.
Lavrov mengatakan bahwa Presiden Ukraina telah dipaparkan beberapa prinsip dan menolak semua prinsip tersebut.
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengatakan pada hari Jumat bahwa “tidak ada pertemuan yang direncanakan” antara Presiden Rusia dan Ukraina, meskipun AS berupaya menyelenggarakan pertemuan puncak tersebut. (yn)


