Putin Ingin Lebih Banyak Lahan, Zelenskyy Tegaskan Beijing Tak Boleh Ikut Campur

Pada Kamis (21/8/2025) dini hari, Rusia melancarkan serangan udara terbesar sejak awal Agustus terhadap Ukraina. Moskow kembali menegaskan bahwa Putin siap bertemu Zelensky, tetapi dengan syarat semua masalah harus diselesaikan terlebih dahulu. 

Sementara itu, pejabat nuklir Rusia menyatakan akan meningkatkan sistem pertahanan nuklir. Di sisi lain, Wakil Presiden AS, DJ Vance, mengungkapkan ada dua isu utama dalam negosiasi: Ukraina menginginkan jaminan keamanan, sedangkan Rusia menginginkan lebih banyak wilayah. Zelenskyy dengan tegas menolak keterlibatan Beijing dalam urusan jaminan keamanan.

EtIndonesia. Sirine peringatan serangan udara terdengar di banyak wilayah Ukraina pada  Kamis (21/8/2025) dini hari, saat Rusia melancarkan serangan skala besar. Militer Ukraina mengkonfirmasi bahwa Rusia meluncurkan 574 drone dan 40 rudal. Sebagian besar berhasil ditembak jatuh, namun beberapa tetap berhasil menembus pertahanan.

Kota Lviv, di Ukraina barat, menjadi target utama.

 “Tiga distrik kami mengalami kerusakan. Rumah-rumah warga, gudang, dan fasilitas transportasi hancur. Sayangnya, satu orang tewas dan setidaknya dua orang terluka,” kata perwakilan Dinas Darurat Negara Lviv, Vitalyi Turovtsev. 

Di wilayah Zakarpattia (Ukraina barat), beberapa rudal jelajah Rusia menghantam pabrik milik perusahaan Amerika yang memproduksi barang kebutuhan sehari-hari, melukai 15 orang. Rekaman memperlihatkan asap hitam pekat membubung dari fasilitas tersebut.

Zelenskyy menulis pernyataan keras, mengecam Rusia karena terus menyerang infrastruktur sipil, rumah warga, dan penduduk. Ia menegaskan bahwa Moskow tidak menunjukkan niat untuk melakukan negosiasi substantif guna mengakhiri perang, dan menyerukan respons tegas dari komunitas internasional.

Pada hari yang sama, Menlu Rusia Sergei Lavrov kembali menegaskan bahwa Putin siap bertemu Zelensky, tetapi hanya setelah semua masalah diselesaikan. Kremlin juga mempertanyakan legalitas Zelensky dalam menandatangani perjanjian damai.

 “Putin tidak menganggap Zelensky sebagai pemimpin yang sah, bukan presiden yang sah. Ia juga tidak menganggap Ukraina sebagai negara yang independen dan berdaulat, melainkan entitas yang tidak sah,” ujar peneliti di Chatham House, Olga Tokariuk. 

Namun, NATO dan PBB telah berulang kali menegaskan dukungan mereka terhadap kemerdekaan, kedaulatan, dan integritas wilayah Ukraina.

Selain itu, kepala perusahaan nuklir negara Rusia pada Kamis menyatakan bahwa Rusia akan memperkuat sistem “perisai nuklir” dalam beberapa tahun mendatang untuk menghadapi ancaman eksistensial. Ia menggambarkan kemampuan nuklir Rusia sebagai “sebuah pedang” yang menjamin kedaulatan negara.

AS saat ini sedang berusaha mengatur kemungkinan pertemuan puncak antara Rusia dan Ukraina, dengan harapan dapat memecah kebuntuan. Dalam wawancara, Wapres AS Vance mengungkapkan dua isu krusial:

“Pertama, Ukraina ingin memastikan bahwa negara itu tidak akan kembali diserang Rusia. Ukraina ingin mempertahankan integritas wilayahnya dalam jangka panjang. Rusia, di sisi lain, menginginkan sejumlah wilayah, sebagian besar sudah mereka duduki, tapi ada juga yang belum. Itulah inti sebenarnya dari negosiasi.”

Terkait dengan pemberian jaminan keamanan ala NATO kepada Ukraina, Zelenskyy dengan tegas menolak keterlibatan Beijing, dengan alasan bahwa PKT tidak pernah membantu menghentikan perang, justru menyuplai senjata dan peralatan kepada Rusia, sehingga memperkuat agresi Moskow.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine