Bersumpah Selamatkan Semua Sandera, Trump: Hamas Harus Hentikan Pemerasan

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengkonfirmasi bahwa Israel akan menyetujui rencana pengambilalihan Gaza dan mengalahkan Hamas. Presiden AS Donald Trump pada Jumat (22 Agustus) kembali menegaskan bahwa Hamas harus menghentikan pemerasan dan segera membebaskan semua sandera.

EtIndonesia. Operasi militer Israel di Gaza masih terus berlangsung. Pada Kamis  (21 Agustus) malam, ledakan beruntun terjadi di langit Gaza, cahaya api menerangi langit malam.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa ia akan menyetujui rencana militer untuk mengambil alih Kota Gaza.

“Kami sedang berada di tahap pengambilan keputusan. Hari ini saya datang ke markas Gaza untuk menyetujui rencana yang diajukan oleh Pasukan Pertahanan Israel dan Menteri Pertahanan, yaitu menguasai Kota Gaza dan mengalahkan Hamas,” ujarnya. 

Militer Israel mulai menghubungi tenaga medis dan organisasi internasional di Gaza bagian utara, menyerukan mereka untuk pindah ke selatan sebelum operasi militer diperluas.

Pada saat yang sama, Netanyahu juga mengungkapkan bahwa ia tetap terbuka terhadap perundingan damai terkait Gaza. Ia juga telah memerintahkan dimulainya negosiasi segera, dengan syarat pembebasan seluruh sandera serta kesepakatan yang dapat diterima Israel. Ia menegaskan bahwa tekanan militer lebih lanjut diperlukan agar Hamas mau membebaskan sandera dan agar organisasi teroris tersebut benar-benar dihancurkan.

Di hari yang sama, dalam konferensi pers di Kantor Oval Gedung Putih, Presiden Donald Trump kembali menegaskan bahwa pemerintah AS berkomitmen penuh menyelesaikan krisis sandera Israel saat ini.

Trump: “Situasi ini harus berakhir. Ini adalah pemerasan, dan harus dihentikan. Kita akan lihat hasilnya.”

Trump juga menekankan perannya dalam kasus-kasus pembebasan sandera sebelumnya, serta menjamin kepada keluarga sandera bahwa ia akan terus berupaya memastikan keselamatan mereka.

Trump: “Kami akan melakukan segala cara untuk menyelamatkan semua sandera.”

Saat ini, masih ada 50 sandera Israel yang ditahan Hamas di Gaza, dengan dugaan hanya sekitar 20 orang yang masih hidup.

Pada Jumat, lembaga otoritatif dunia mengenai krisis pangan, Integrated Food Security Phase Classification (IPC), merilis laporan yang menyebutkan lebih dari 500.000 orang di Gaza menghadapi ancaman kelaparan.

Namun, Kementerian Luar Negeri Israel membantah laporan itu, dengan menyatakan bahwa Gaza tidak mengalami kelaparan. Israel menegaskan laporan tersebut hanyalah kebohongan yang dimanipulasi Hamas lewat organisasi berkepentingan. 

Sejak perang dimulai, lebih dari 100.000 truk bantuan telah masuk ke Gaza, dan dalam beberapa pekan terakhir pasokan bantuan dalam jumlah besar terus mengalir, membuat harga pangan di pasar Gaza turun drastis. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda tentang Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

Lima Tanda di Pagi Hari yang Menunjukkan Tubuh Anda dalam Kondisi Baik

Banyak masalah kesehatan kronis tidak menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk menunjukkan keberadaannya. Menit-menit setelah bangun tidur dapat menjadi jendela yang memperlihatkan apa yang dilakukan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine