Pada Minggu (24 Agustus), drone Ukraina menyerang fasilitas energi penting Rusia, menyebabkan kapasitas operasional Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Kursk berkurang setengah, serta memicu kebakaran besar di pusat ekspor dan pengolahan bahan bakar di dekat Laut Baltik.
EtIndonesia. Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan, pada Minggu mereka berhasil mencegat sedikitnya 95 drone Ukraina di lebih dari sepuluh wilayah Rusia. Sebuah drone meledak di dekat PLTN Kursk, sekitar 60 kilometer dari perbatasan Ukraina, merusak sebuah transformator pendukung dan mengakibatkan kapasitas reaktor nomor 3 berkurang setengah. Pihak Rusia menyebutkan bahwa tingkat radiasi tetap normal dan tidak ada korban jiwa akibat kebakaran tersebut.
Sementara itu, drone Ukraina berhasil menembus hingga sekitar 1.000 kilometer ke dalam wilayah Rusia, menuju Teluk Finlandia di ujung timur Laut Baltik. Di atas pelabuhan Ust-Luga di wilayah Leningrad, setidaknya 10 drone Ukraina ditembak jatuh. Namun, puing-puingnya memicu kebakaran besar di pusat ekspor dan pengolahan bahan bakar milik perusahaan Novatek, produsen gas alam independen terbesar Rusia.
Sehari sebelumnya, pada Sabtu (23 Agustus), Wali Kota Moskow mengkonfirmasi bahwa sebuah drone yang menuju ibu kota berhasil ditembak jatuh.
Demi alasan keamanan udara, beberapa bandara di timur dan tenggara Moskow ditutup sementara. Di bandara Kota St. Petersburg, kota terbesar kedua Rusia, puluhan penerbangan mengalami penundaan. (Hui/asr)
Sumber : NTDTV.com


