Istana Presiden hingga Pembangkit Listrik: Israel Guncang Ibu Kota Yaman yang Dikuasai Houthi

EtIndonesia — Situasi di Timur Tengah kembali memanas setelah Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke ibu kota Yaman, Sana’a. Serangan yang berlangsung pada Sabtu malam itu menyasar sejumlah titik strategis, termasuk Istana Presiden, sebuah pembangkit listrik utama, beberapa fasilitas militer, serta sebuah perusahaan minyak yang berperan penting bagi suplai energi domestik.

Korban Jiwa dan Kerusakan Infrastruktur

Menurut laporan awal dari otoritas kesehatan Yaman, sedikitnya dua orang tewas dan 35 lainnya mengalami luka-luka, sebagian besar akibat reruntuhan bangunan serta ledakan hebat yang mengguncang kawasan permukiman. Beberapa saksi mata mengatakan guncangan bom terasa hingga radius 10 kilometer dari pusat kota, memicu kepanikan warga yang berusaha melarikan diri ke daerah pinggiran.

Serangan juga menyebabkan padamnya listrik di sebagian besar wilayah barat Sana’a. Pembangkit listrik yang hancur diperkirakan membutuhkan waktu lama untuk kembali beroperasi, memperparah krisis energi yang sudah melanda negara itu sejak konflik berkepanjangan antara koalisi Arab, Israel, dan kelompok Houthi.

Alasan Israel Melancarkan Serangan

Militer Israel dalam pernyataan resminya menyebutkan bahwa operasi ini merupakan respons langsung terhadap serangan rudal balistik terbaru yang ditembakkan kelompok Houthi ke wilayah Israel. 

Rudal-rudal tersebut berhasil dicegat sistem pertahanan udara Iron Dome, tetapi Israel menuding serangan itu memanfaatkan teknologi canggih yang diduga dipasok oleh Iran.

“Israel tidak akan tinggal diam terhadap ancaman lintas batas yang berupaya merusak stabilitas kawasan. Semua target serangan malam ini dipilih dengan hati-hati untuk melemahkan kemampuan militer Houthi,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Israel.

Serangan Kedua dalam Sepekan

Ini merupakan serangan kedua Israel terhadap infrastruktur energi di Yaman dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, pada 19 Agustus 2025, jet-jet tempur Israel juga menggempur depot bahan bakar dan fasilitas penyimpanan minyak di pelabuhan Hodeidah, yang dianggap sebagai jalur logistik penting bagi pasokan senjata ke kelompok Houthi.

Pengamat menilai intensitas serangan ini menunjukkan bahwa Israel kini semakin aktif memperluas operasi militernya hingga ke Yaman, dengan tujuan menekan aliansi Houthi–Iran sekaligus memberi sinyal tegas kepada Teheran.

Reaksi Internasional

Serangan terbaru ini menuai kecaman dari berbagai pihak. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) memperingatkan bahwa serangan ke fasilitas energi dan infrastruktur vital bisa memperparah krisis kemanusiaan di Yaman, negara yang kini sudah berada di ambang kelaparan dengan jutaan penduduk bergantung pada bantuan pangan internasional.

Sementara itu, pemerintah Iran langsung mengecam tindakan Israel dan menyebutnya sebagai “agresi terang-terangan yang melanggar hukum internasional.” Teheran menegaskan bahwa dukungan mereka terhadap Yaman hanya bersifat politik dan kemanusiaan, bukan dalam bentuk teknologi rudal.

Amerika Serikat, sekutu utama Israel, mengambil posisi berhati-hati. Gedung Putih menyatakan dukungan terhadap hak Israel membela diri, tetapi pada saat yang sama menyerukan agar eskalasi tidak semakin meluas ke kawasan Laut Merah yang merupakan jalur vital perdagangan global. (***)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine