Analis pasar menyatakan para pedagang khawatir Amerika Serikat mungkin memberlakukan sanksi lebih lanjut terhadap Rusia, sementara serangan drone Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia dapat mengganggu pasokan minyak negara itu.
EtIndonesia. Pada Senin (25/8/2025) harga minyak mentah internasional naik. Hingga pukul 13.20 waktu pantai timur AS, harga minyak mentah berjangka Brent naik 1,22 dolar AS atau 1,8% menjadi 68,95 dolar AS per barel; sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 1,31 dolar AS atau 2,03% menjadi 64,97 dolar AS per barel.
“Pasar agak khawatir pembicaraan damai ini akan berakhir tanpa hasil,” demikian kantor berita Reuters mengutip laporan analisis Ole Hansen, Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank (Denmark).
Hansen menambahkan: “Pasar memperkirakan pasokan akan melebihi permintaan pada musim gugur, tetapi dalam jangka pendek ketidakstabilan internasional dapat mempengaruhi pasokan.”
Dalam beberapa hari terakhir, Ukraina melancarkan sejumlah serangan drone terhadap infrastruktur pemrosesan dan ekspor minyak Rusia, yang menghantam inti perekonomian Rusia. Bahkan, beberapa wilayah Rusia mulai mengalami kekurangan bensin.
Menurut analisis Reuters, Ukraina baru-baru ini menyerang 10 kilang minyak Rusia, yang menyebabkan setidaknya 17% kapasitas pengolahan minyak Rusia terdampak, setara dengan 1,1 juta barel per hari.
Sementara itu, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC+) berencana mengadakan pertemuan pada 7 September, dan diperkirakan akan kembali menyetujui peningkatan produksi guna meredakan sebagian kekhawatiran pasar terkait kekurangan pasokan.
Sekitar seperempat anggaran Rusia bergantung pada ekspor minyak dan gas alam, yang menopang kenaikan 25% belanja pertahanan tahun ini, mencapai level tertinggi sejak Perang Dingin.
Sumber : NTDTV.com


