Rusia Kemungkinan Tengah Membangun Pusat Mata-mata Baru di Kaliningrad yang Dekat dengan NATO

EtIndonesia. Rusia sedang membangun apa yang tampaknya merupakan salah satu susunan antena terbesar di Eropa, sebuah sistem yang mampu mencegat sinyal di seluruh benua dan sekitarnya.

Situs tersebut, 25 km dari perbatasan Polandia, diyakini berada di suatu tempat di hutan Kaliningrad. Situs ini memiliki beberapa lingkaran konsentris, jalan radial, dan area pusat, semuanya di dalam perimeter berpagar.

Para peneliti pertama kali mengidentifikasi situs tersebut pada tahun 2023 menggunakan citra satelit. Kelompok riset intelijen sumber terbuka Rusia, Tochnyi, pertama kali menyoroti situs tersebut.

Para analis Intelijen Sumber Terbuka (OSINT), termasuk Radio and Nukes1 dan Planes and Stuff2, juga memeriksa situs tersebut dan membagikan temuannya secara daring. Mereka menunjukkan ukuran, bentuk, dan lokasinya sebagai tanda-tanda bahwa situs tersebut mungkin memiliki tujuan militer.

Situs tersebut tampaknya merupakan Susunan Antena Terpusat Melingkar (CDAA). Sistem ini mendeteksi sinyal radio dan menentukan arahnya. Militer menggunakan Circularly Disposed Antenna Array (ARA) selama Perang Dingin untuk komunikasi, pengawasan, dan pelacakan sinyal kapal selam. Setiap array memiliki cincin antena vertikal, dan jarak serta ukuran cincin tersebut mengontrol frekuensi yang dapat diterimanya.

Pembangunan dimulai lebih dari dua tahun yang lalu. Citra satelit menunjukkan bahwa pada pertengahan 2025, Rusia telah menyelesaikan dinding perimeter, membangun jalan radial, dan menyiapkan area untuk antena. Para analis memperkirakan bahwa array Kaliningrad dapat mencapai lebar 1.600 meter, yang lebih besar daripada kebanyakan array lain di dunia.

Kaliningrad menjadi tuan rumah bagi Armada Baltik, sistem pertahanan rudal permukaan-ke-udara S-400, dan rudal balistik Iskander berkemampuan nuklir. Array ini akan memungkinkan Rusia untuk memantau komunikasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Eropa Timur dan Laut Baltik. Array ini juga dapat membantu Rusia berkomunikasi dengan kapal selam menggunakan sinyal frekuensi sangat rendah.

Array ini menggunakan desain yang didasarkan pada sistem Krug era Soviet, yang berasal dari teknologi Wullenweber Jerman. Situs Kaliningrad menunjukkan bahwa Rusia menggabungkan metode lama dengan kebutuhan militer terkini dalam intelijen sinyal dan peperangan elektronik.

Bahkan dalam tahap pembangunan, rangkaian Kaliningrad menunjukkan niat Rusia untuk mempertahankan dominasi intelijen. Hanya 25 km dari wilayah NATO, lokasi ini memberi Moskow pos penyadapan yang kuat di ambang pintu Eropa.

NATO adalah aliansi militer yang sebagian besar terdiri dari negara-negara Amerika Utara dan Eropa. Rusia tidak pernah menjadi anggota. NATO dilaporkan awalnya dibentuk selama Perang Dingin, sebagian untuk melawan pengaruh Uni Soviet, yang sebagian besar anggotanya adalah Rusia.(yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine