FBI : Operasi Spionase Tiongkok “Topan Garam” Menyusup ke Lebih dari 80 Negara

EtIndonesia. Operasi spionase siber Tiongkok “Topan Garam” telah berlangsung selama bertahun-tahun. Tidak hanya menyerang perusahaan telekomunikasi Amerika Serikat, tetapi bahkan berhasil menyadap percakapan telepon Presiden AS Donald Trump. Operasi ini juga menargetkan lebih dari 80 negara dan sekitar 600 perusahaan. Menurut pejabat FBI, skala operasi ini jauh melampaui perkiraan awal para penyelidik.

Menurut laporan Wall Street Journal  27 Agustus, Brett Leatherman, pejabat tertinggi divisi keamanan siber FBI, dalam sebuah wawancara mengatakan bahwa lingkup penyusupan ini memungkinkan agen intelijen Tiongkok memantau komunikasi pribadi warga AS, bahkan memanfaatkan data lokasi ponsel untuk melacak pergerakan mereka di seluruh dunia.

FBI memperkirakan para peretas kemungkinan telah memperoleh lebih dari 1 juta catatan panggilan, serta menargetkan lebih dari 100 nomor telepon dan pesan teks milik warga AS. Leatherman menegaskan, “Ini adalah salah satu kasus spionase siber dengan konsekuensi paling serius yang pernah kami lihat di Amerika Serikat.”

Markas Besar Biro Investigasi Federal (FBI) di Washington pada 12 Agustus 2024. Madalina Vasiliu/The Epoch Times

Operasi “Topan Garam” ini dapat ditelusuri setidaknya sejak tahun 2019, namun baru terungkap oleh otoritas AS pada tahun 2024. Tahun lalu, pejabat AS menggambarkannya sebagai sebuah operasi spionase yang sangat terencana dan merusak, yang dijalankan oleh rezim Beijing.

Laporan tersebut menyebutkan, FBI telah memberitahukan kepada sekitar 600 perusahaan bahwa mereka menjadi target dalam operasi ini, baik karena hubungan bisnis maupun kerentanan jaringan. 

Di sejumlah negara, jaringan telekomunikasi telah disusupi dalam tingkat berbeda-beda, sementara di negara lain, sejauh mana penyusupan terjadi masih belum jelas.

Leatherman menambahkan, para penyelidik kini menilai operasi ini jauh lebih luas daripada yang diperkirakan sebelumnya, bahkan melampaui batasan spionase yang biasanya dipahami banyak negara.

 “Jika Anda dapat mencuri informasi semacam ini dalam skala global, Anda bisa menggabungkannya untuk membentuk gambaran intelijen yang benar-benar berbeda — sangat berbeda dibandingkan dengan hanya menyusup ke satu negara saja,” ujarnya. 

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine