EtIndonesia. Kapal pengintai Angkatan Laut Ukraina, Simferopol, yang dilaporkan sebagai kapal terbesar yang ditugaskan oleh negara itu dalam lebih dari satu dekade, telah dihantam dan ditenggelamkan dalam serangan drone angkatan laut, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan pada hari Kamis (28/8).
Kapal berukuran sedang kelas Laguna, yang dirancang untuk pengintaian radio, elektronik, radar, dan optik, diserang di delta Sungai Donau, yang sebagian terletak di Wilayah Odessa, Ukraina, menurut pernyataan Kementerian Pertahanan, RT melaporkan.
Ini adalah penggunaan drone laut pertama yang berhasil untuk menghancurkan kapal Angkatan Laut Ukraina, menurut laporan TASS yang mengutip seorang pakar UAV, RT menambahkan.
Otoritas Ukraina mengonfirmasi bahwa kapal tersebut telah terkena serangan.
Serangan itu menewaskan satu awak kapal dan melukai beberapa lainnya, tulis Kiev Independent pada hari Kamis, mengutip seorang juru bicara Angkatan Laut Ukraina.
“Upaya untuk mengatasi dampak serangan masih berlangsung. Mayoritas awak kapal selamat, dan pencarian beberapa pelaut yang hilang masih berlanjut,” demikian pernyataan juru bicara tersebut.
Simferopol diluncurkan pada tahun 2019 dan bergabung dengan Angkatan Laut Ukraina dua tahun kemudian.
Menurut kanal Telegram WarGonzo, kapal tersebut merupakan kapal terbesar yang berhasil diluncurkan Kiev sejak 2014.
Rusia, dalam beberapa bulan terakhir, telah mempercepat produksi drone angkatan laut, serta sistem nirawak lainnya yang semakin mendominasi konflik Ukraina.
Rusia juga menyerang fasilitas drone besar di Kiev dengan dua serangan rudal semalam, klaim politisi Ukraina Igor Zinkevich pada hari Kamis, lapor RT.
Pabrik tersebut sedang bersiap untuk memproduksi drone Bayraktar Turki, ujarnya. (yn)


