Liu Min, seorang pengusaha asal Sichuan, Tiongkok, pernah mengelola sebuah pusat kesehatan yang usahanya sangat maju. Namun karena kebijakan lockdown COVID-19, ia mengalami kerugian besar. Setelah ikut serta dalam Gerakan Kertas Putih, ia ditangkap dan dipukuli polisi
EtIndonesia. Liu Min, pengusaha asal Sichuan, pada 2019 mengelola sebuah pusat kesehatan dengan omzet bulanan mencapai 500 ribu yuan. Selama pandemi, usahanya merugi lebih dari 1 juta yuan. Bahkan, istrinya yang sedang hamil dipaksa oleh pihak pemerintah setempat untuk menerima vaksin.
“Istri saya setelah divaksin mengalami reaksi tubuh yang serius. Termasuk pada Januari 2022, ketika anak saya baru lahir dua hari, langsung terkena pneumonia neonatal dan harus dirawat di ruang perawatan bayi,” kata mantan pengusaha Sichuan, Liu Min.
Ia mengatakan, pada 2022 ia ikut serta dalam Gerakan Kertas Putih di Jalan Wangping, Chengdu. Bersama massa ia meneriakkan slogan “Turunkan Partai Komunis” dan mengunggah video ke media sosial. Setelah itu, ia ditahan secara ilegal selama tiga hari di Kantor Polisi Jinyuan, Kabupaten Dayi.
Liu Min: “Mereka memukul saya, menampar kedua pipi saya, memukuli saya dengan sangat brutal, lalu menendang dan memukul kepala saya.”
Sekembalinya ke rumah, ia mengalami sakit kepala hebat. Rumah sakit mendiagnosisnya mengalami gegar otak, dan tubuhnya penuh lebam.
Pada Desember 2024, ia tiba di Amerika Serikat dan sering mengorganisir aksi protes melawan PKT. Akibatnya, ayahnya yang sudah lanjut usia di Tiongkok mendapat ancaman dan intimidasi dari polisi PKT.
Liu Min: “Saya tidak akan berkompromi. Saya akan terus ikut serta dalam aksi-aksi untuk mengungkap dan melawan PKT.”
Ia berharap rakyat Tiongkok bisa segera menyadari wajah asli Partai Komunis dan bersama-sama mengakhiri kekuasaan jahat PKT.
Liu Min: “Di sini saya menyatakan mundur dari Pionir Muda dan Liga Pemuda Komunis. Saya juga menyerukan kepada semua teman di dalam negeri, jika pernah bergabung dengan Liga Pemuda, Pionir Muda, atau bahkan Partai Komunis, sebaiknya melakukan tiga pengunduran diri.”
Sumber : NTDTV.com


