EtIndonesia. Akhir sesi legislatif rutin di Senat Meksiko berubah menjadi ajang kekerasan yang ricuh pada hari Rabu (27/8) ketika seorang pemimpin oposisi secara fisik mengkonfrontasi ketua majelis. Perkelahian tersebut, yang meliputi pukulan dan teriakan, meletus beberapa saat setelah para anggota parlemen mengakhiri debat yang sengit dan menyanyikan lagu kebangsaan.
Insiden tersebut bermula ketika Alejandro “Alito” Moreno, pemimpin Partai Revolusioner Institusional (PRI) yang beroposisi, mendekati dan menarik Gerardo Fernandez Norona, ketua Senat dari partai Morena yang berkuasa. Konfrontasi tak terduga tersebut dengan cepat meningkat menjadi perkelahian yang melibatkan saling dorong dan teriakan.
Menurut Fernandez Norona, perkelahian tersebut terjadi setelah “debat sengit” mengenai keberadaan pasukan bersenjata asing di Meksiko. Kekerasan tersebut mengakhiri proses sidang hari itu secara tiba-tiba dan tidak teratur, yang menyoroti ketegangan politik yang mendalam di dalam badan legislatif tersebut.
Dalam video yang disiarkan langsung, Moreno terlihat menghampiri Fernandez Norona dan berulang kali berkata: “Saya minta Anda mengizinkan saya bicara,” sambil mencengkeram lengan Fernandez Norona.
This is the Mexican Senate. This is why #Mexico is a failed narco-state. #Cartels #Noroña pic.twitter.com/CozotnLK8A
— LA FAN (@LosAngelesFanz) August 27, 2025
“Jangan sentuh saya,” jawab Fernandez Norona.
Akhirnya, keduanya mulai saling dorong, dan Moreno menjatuhkan seorang fotografer.
Anggota parlemen lain juga ikut terlibat, menyerang Fernandez Norona saat dia mencoba menghindar.
“(Moreno) mulai menarik saya, menyentuh saya, dan mendorong. Dia memukul saya dan berkata, ‘Saya akan menghajarmu habis-habisan, saya akan membunuhmu’,” kata Fernandez Norona.
Fernandez Norona mengatakan akan mengadakan sidang darurat pada hari Jumat dan mengusulkan agar Moreno dan tiga anggota parlemen PRI lainnya dikeluarkan dari komplotan tersebut.
Moreno mengatakan Fernandez Norona telah menyerangnya terlebih dahulu. (yn)


