Muncul Spanduk Raksasa Anti-Komunis di Chongqing, Tiongkok, Sang Pemberani Tinggalkan Surat Tulis Tangan

EtIndonesia. Menjelang parade militer Partai Komunis Tiongkok (PKT) pada 3 September, pada  29 Agustus 2025 malam, di kawasan Universitas Chongqing muncul proyeksi spanduk raksasa anti-komunis yang menyerukan untuk menggulingkan tirani PKT dan memperjuangkan kebebasan. Setelah proyeksi berlangsung selama 50 menit, polisi setempat baru menemukan kamar hotel dan mematikan peralatan. Tak lama kemudian, tersebar di internet isi surat tulisan tangan yang ditinggalkan sang pemberani untuk polisi.

Malam itu, gambar spanduk anti-komunis menyebar luas di internet. Menurut media sosial, pada pukul 22.00 di sebuah gedung di Xijie, University Town Chongqing, seseorang menggunakan proyektor untuk menampilkan sejumlah spanduk besar di dinding luar gedung. Proyeksi ini berlangsung lebih dari 50 menit.

Isi spanduk tersebut berbunyi:

  • “Tanpa Partai Komunis, barulah ada Tiongkok baru. Kebebasan bukan pemberian, harus direbut kembali.”
  • “Bangkitlah mereka yang tidak mau menjadi budak, bangkit melawan dan rebut kembali hak kalian.”
  • “Ganyang fasis merah, tumbangkan tirani Partai Komunis.”
  • “Jangan kebohongan, kami mau kebenaran. Jangan perbudakan, kami mau kebebasan. Partai Komunis tirani turun dari panggung.”

Setelah proyeksi berlangsung 50 menit, polisi menemukan kamar hotel yang digunakan dan mematikan perangkat. Di atas meja hotel, sang pemberani meninggalkan sepucuk surat tulisan tangan untuk polisi sebelum pergi.

Pada 30 Agustus, Le Zailin, keponakan penulis disiden asal Hubei Du Daobin, membagikan isi surat tersebut di platform X luar negeri. Surat itu berbunyi:

“Halo, temanku. Aku tidak tahu siapa dirimu, untuk sementara aku memanggilmu teman. Mungkin saat ini kau sudah menganggapku musuhmu. Pertama-tama, aku nyatakan bahwa aku tidak tergabung dalam organisasi apa pun. Sampai pada langkah ini pun terpaksa. Siapa yang mau hidup sengsara bila bisa hidup baik? Tolong jangan persulit orang-orang yang tidak ada hubungannya. Kejahatan Partai Komunis di tanah ini sudah tak terhitung lagi. Tolong jangan ikut membantu kejahatannya.”

Dalam surat itu juga disebutkan:

“Mungkin sekarang kau adalah pihak yang diuntungkan. Tapi aku yakin, sebagian besar orang, dari generasi kakek hingga anak cucu, tidak ada yang luput dari penindasan PKT. Hanya saja orang Tiongkok terlalu mudah lupa. Sejak PKT berkuasa, setiap tiga tahun ada satu gerakan besar, setiap sepuluh tahun ada satu gerakan kecil, yang membuat banyak keluarga hancur, orang-orang menderita dan dianiaya. Selain kebohongan, apa lagi yang mereka miliki? Mereka adalah fasis.

Mungkin sekarang kau merasa diuntungkan, tapi suatu hari di tanah ini, kau pasti akan menjadi korban. Maka dalam kemampuanmu, perlakukanlah orang lain dengan baik. Jika memang tak bisa dihindari, maka arahkan senjatamu sedikit lebih ke atas. PKT memerintah dengan kebohongan, menindas dengan kekerasan mereka yang membela kebenaran dan berani bersuara. Singkatnya, bangunlah dan ketahuilah kebenaran. Kebenaran tetaplah kebenaran, seperti matahari yang tertutup awan, bukan berarti matahari tidak ada. Jika setiap orang berkontribusi sedikit saja, berdiri melawan, maka orang-orang jahat itu tidak akan bisa berbuat sewenang-wenang. Salam hangat, temanku.”

Peristiwa ini memicu perbincangan hangat di internet. Seorang akademisi bernama Gancheng Wang menulis di X:  “Menjelang parade 3 September, kembali ada keberanian untuk menantang! Pada pukul 22.00 malam 29 Agustus, terjadi insiden proyeksi pamflet di Universitas Chongqing. Setelah 50 menit baru ditemukan oleh polisi. Sang pemberani meninggalkan peringatan lalu pergi dengan tenang, sungguh keren! Membuat Xi dan antek-anteknya ketakutan.”

Komentar netizen lain:

  • “Bisa bertahan memproyeksikan selama 50 menit, saya curiga polisi sengaja terlambat. Saya percaya di dalam sistem PKT juga banyak yang menunggu kejatuhannya.”
  • “Kerja bagus, berani dan cerdas. Kalau terakhir ditutup dengan ledakan, pasti lebih dahsyat.”
  • “Orang ini pasti sudah kabur ke luar negeri, dan memasang kamera mini di hotel untuk merekam proses polisi masuk.”
  • “Orang Tiongkok yang berani dan cerdas, sungguh mengagumkan.”
  • “Salut untuk sang pemberani! Semangat untuk menumbangkan PKT!”
  • “Siapa pun akhirnya tak akan lepas dari penindasan sistem. Ia membuat antek PKT melihat nasib mereka sendiri.”
  • “Cerdas dan berani, inilah tulang punggung Tiongkok, harapan bangsa.”
  • “Selesai sudah, pasti akan ada penutupan paksa lagi. Rakyat tidak takut mati, bagaimana bisa ditakut-takuti dengan kematian? Aksi perlawanan akan makin banyak. PKT sudah di ujung ajal.”

Beberapa tahun terakhir, ekonomi Tiongkok terus lesu. Gelombang pengangguran melanda berbagai sektor, banyak perusahaan gulung tikar, investor asing besar-besaran hengkang, kaum muda sulit mendapat pekerjaan, sehingga keluhan masyarakat semakin memuncak dan aksi protes rakyat terus bermunculan.

Pada 13 Oktober 2022, hanya tiga hari sebelum Kongres ke-20 PKT, seorang pemberani anti-komunis, warga Tiongkok bernama Peng Lifa (nama daring: Peng Zaizhou), menggantung dua spanduk besar bertuliskan huruf merah di atas jembatan Sitong, Beijing. Isi spanduk itu antara lain:

  • “Tidak mau tes PCR, kami mau makan!”
  • “Tidak mau lockdown, kami mau kebebasan!”
  • “Tidak mau kebohongan, kami mau martabat!”
  • “Tidak mau Revolusi Kebudayaan, kami mau reformasi!”
  • “Tidak mau pemimpin, kami mau pemilu!”
  • “Tidak mau jadi budak, kami mau jadi warga negara!”

Serta seruan:  “Boikot sekolah, boikot kerja, lengserkan diktator pengkhianat Xi Jinping!”

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine