Pada 28 Agustus, Israel melancarkan serangan udara ke Sana’a, ibu kota Yaman, yang berada di bawah kendali kelompok Houthi (Ansar Allah/ Gerakan Pemuda). Serangan itu menewaskan sejumlah pejabat tinggi dalam pemerintahan yang dikuasai Houthi, termasuk Perdana Menteri Ahmed al-Rahawi serta beberapa menteri.
EtIndonesia. Militer Israel pada 28 Agustus menyatakan bahwa pihaknya melakukan “serangan presisi terhadap sasaran militer rezim Houthi di wilayah Sana’a, Yaman.”
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada 30 Agustus juga mengkonfirmasi operasi tersebut. Ia mengatakan, serangan ini adalah pertama kalinya Israel berhasil menewaskan pejabat tinggi pemerintahan pemberontak Houthi dalam sebuah operasi militer.
Menurut laporan Associated Press, Houthi dalam sebuah pernyataan mengumumkan bahwa Perdana Menteri Ahmed al-Rahawi serta sejumlah menteri tewas akibat serangan udara Israel. Menteri Energi, Menteri Luar Negeri, dan Menteri Informasi termasuk di antara korban.
Ketua Dewan Politik Tertinggi Houthi, Mahdi al-Mashat, bersumpah akan melakukan aksi balasan.
Ahmed al-Rahawi menjabat sebagai Perdana Menteri dalam pemerintahan pimpinan Houthi sejak Agustus 2024. Ia adalah pejabat tertinggi dalam kelompok bersenjata yang didukung Iran. Setelah kematiannya, posisinya digantikan oleh wakilnya, Mohamed Moftah.
Selama perang antara Israel dan kelompok Hamas di Jalur Gaza, Houthi beberapa kali menembakkan rudal ke arah Israel. Kelompok itu mengklaim serangan-serangan tersebut dilakukan untuk menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina.
Sumber : NTDTV.com


