Benda Lama dan Kenangan

EtIndonesia. Hal yang paling berharga dalam hidup bukanlah yang paling mahal, melainkan kenangan indah yang terukir di masa lalu dan menyentuh hati kita.

Beberapa waktu lalu, saya kembali ke kampung halaman yang sudah lama tidak saya kunjungi, untuk berlibur sekaligus merawat rumah yang telah kosong bertahun-tahun. Karena lama tak ditempati, banyak bagian rumah mengalami kerusakan: ada ubin dinding yang copot, jendela yang rembes, bahkan kran air yang mampet. Beberapa hari kami habiskan untuk memanggil tukang, memperbaiki dan mengganti ini-itu, sampai-sampai liburan pun terasa seperti kerja bakti.

Kerabat menyarankan agar rumah itu disewakan saja. Dengan begitu, ada yang merawat sekaligus meringankan beban pajak. Sebenarnya dulu kami sempat berpikir untuk menyewakan, tetapi akhirnya batal. Alasannya sederhana: rumah itu penuh jejak kehidupan kami, penuh kenangan. Menyerahkannya kepada orang lain terasa seperti merusak keutuhan memori yang tersimpan. Namun melihat rumah yang lama dibiarkan lalu perlahan rusak, kami sadar bahwa menyewakan memang pilihan terbaik.

Kami pun memasang iklan sewa di internet. Tak disangka, belum setengah jam sudah ada telepon dari calon penyewa. Rumah ini memang lokasinya bagus, pemandangannya luas, dan harga sewanya kami pasang sedikit di bawah harga pasar. Penyewa datang melihat, langsung jatuh hati, dan memutuskan untuk menyewa. Dia berjanji akan merawat isi rumah, membuat kami sedikit lebih tenang.

Prosesnya berlangsung cepat—belum sampai 20 menit, kontrak pun ditandatangani. Sesuai kesepakatan, dalam seminggu kami akan menyerahkan kunci rumah. Itu artinya, kami harus segera membereskan semua barang lama. Dan di sinilah pekerjaan sesungguhnya dimulai: merapikan benda-benda lama bukanlah hal mudah.

Saat dulu pindah, kami meninggalkan banyak barang dengan pikiran suatu hari pasti akan kembali. Tapi kenyataan berjalan berbeda: kami tak pernah sempat menempati lagi. Kini rumah hendak disewakan, maka tidak ada pilihan lain selain memilah, membuang, atau memberikan.

Beberapa barang mudah diputuskan.

·        Barang berharga seperti piano, kami berikan kepada kerabat agar tetap berguna.

·        Barang elektronik yang sudah usang seperti komputer dan printer, kami jual murah ke pasar loak.

·        Pakaian dan topi, kami donasikan agar bisa menghangatkan mereka yang membutuhkan.

Namun ada juga benda-benda kecil yang sebenarnya tak bernilai, tapi penuh kenangan—dan justru itulah yang paling sulit dilepaskan.

·        Sebuah gantungan pohon Natal kecil, yang dulu saya bawa pulang dari luar negeri.

·        Beberapa buku catatan yang sudah menguning, saksi dari masa-masa belajar penuh semangat di bangku sekolah.

·        Setumpuk kartu ucapan warna-warni dari sahabat di berbagai penjuru, mengingatkan pada masa indah ketika surat kertas masih jadi penghubung persahabatan.

Saat memilah benda-benda itu, hati saya berayun: kadang tersenyum, kadang terharu. Pada akhirnya, saya memilih membungkusnya rapi untuk dibawa pergi.

Beberapa hari kemudian, rumah sudah kosong. Hanya tersisa beberapa paket kecil berisi kenangan. Menatap kembali rumah yang pernah menjadi bagian hidup kami selama bertahun-tahun, saya tiba-tiba lebih mengerti satu hal: yang paling berharga dalam hidup bukanlah harta benda, melainkan kenangan indah yang mengisi perjalanan hidup.

Melalui proses merapikan dan merelakan benda lama ini, hati saya terasa lebih lapang. Saya jadi lebih paham—mana yang sebaiknya dilepaskan, dan mana yang sungguh layak disimpan dalam hati. (jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda tentang Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

Lima Tanda di Pagi Hari yang Menunjukkan Tubuh Anda dalam Kondisi Baik

Banyak masalah kesehatan kronis tidak menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk menunjukkan keberadaannya. Menit-menit setelah bangun tidur dapat menjadi jendela yang memperlihatkan apa yang dilakukan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine