Voice of America Alami PHK Besar-Besaran : 486 Pegawai Dipecat, Hanya Tersisa 108 Orang

Pemerintahan Trump mengumumkan pemangkasan lebih dari 500 posisi di Voice of America (VOA) dan lembaga induknya, United States Agency for Global Media (USAGM). Sebagian besar yang terdampak adalah pegawai VOA, sehingga jumlah karyawan lembaga tersebut kini hanya tersisa 108 orang. Ironisnya, keputusan ini muncul hanya sehari setelah pengadilan federal memutuskan bahwa upaya pemerintahan Trump untuk memecat Direktur VOA dinilai “ilegal”.

EtIndonesia. Pada 30 Agustus, Direktur Eksekutif Sementara USAGM, Kari Lake, mengumumkan dimulainya program efisiensi tenaga kerja. Sebanyak 532 pegawai penuh waktu pemerintah akan diberhentikan, termasuk 486 dari VOA, sisanya dari departemen lain.

Lake menyatakan bahwa PHK ini dilakukan sesuai instruksi Presiden Trump, dengan tujuan memangkas birokrasi, meningkatkan efisiensi, dan menghemat pengeluaran pajak rakyat.

Menurut dokumen pengadilan, setelah restrukturisasi, VOA hanya akan memiliki sekitar 108 pegawai, sementara USAGM secara keseluruhan akan menyisakan sekitar 158 pegawai.

“Setelah PHK, USAGM akan tetap menjalankan misi hukumnya, meningkatkan efisiensi operasional, dan menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat yang hidup di bawah rezim tirani atau totaliter — khususnya mereka yang berada di bawah kekuasaan rezim komunis yang mematikan. Dalam beberapa bulan mendatang, saya akan mengambil lebih banyak langkah untuk memperbaiki lembaga yang sangat tidak seimbang ini dan memastikan suara VOA tetap terdengar di wilayah-wilayah penting di luar negeri,” katanya. 

Restrukturisasi ini dilaksanakan berdasarkan perintah eksekutif yang ditandatangani Trump pada 14 Maret 2025, yakni “Melanjutkan Pengurangan Birokrasi Federal”

Perintah tersebut menargetkan pemangkasan operasi USAGM dan mereformasi enam lembaga federal lainnya agar beroperasi pada skala minimum yang ditentukan undang-undang.

Sejak Maret, hampir semua pegawai VOA ditempatkan pada cuti administratif, dan sebagian besar saluran siarannya berhenti beroperasi. Pada Juni, USAGM mengirimkan pemberitahuan PHK kepada lebih dari 600 pegawai, yang berarti hampir seluruh staf VOA terpaksa cuti administratif.

Namun, Hakim Distrik AS Royce Lamberth baru-baru ini memutuskan bahwa Kari Lake tidak berwenang secara sepihak untuk memberhentikan Direktur VOA, Michael Abramowitz. Ia memerintahkan Lake untuk hadir di pengadilan sebelum 15 September guna menjelaskan legalitas tindakannya.

Pada 25 Agustus, hakim bahkan memperingatkan bahwa jika pemerintah gagal membuktikan kepatuhan terhadap putusan pengadilan, mereka bisa dikenai sidang penghinaan terhadap pengadilan (contempt of court).

VOA sendiri didirikan pada masa Perang Dunia II, awalnya menyiarkan dalam bahasa Jerman untuk melawan propaganda Nazi. Hingga kini, lembaga tersebut tetap memproduksi berita melalui radio, televisi, dan internet dalam hampir 50 bahasa ke seluruh dunia.

Saat ini, masa depan VOA masih diliputi ketidakpastian. Para pegawai serta pakar hukum tengah mencari jalur hukum untuk menantang keputusan pemerintah terkait restrukturisasi dan PHK besar-besaran ini.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

Lima Tanda di Pagi Hari yang Menunjukkan Tubuh Anda dalam Kondisi Baik

Banyak masalah kesehatan kronis tidak menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk menunjukkan keberadaannya. Menit-menit setelah bangun tidur dapat menjadi jendela yang memperlihatkan apa yang dilakukan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine