Elon Musk Hadapi Pencurian dari Tiongkok, Tuduh Mantan Insinyur xAI Mencuri Rahasia Dagang

Seorang insinyur asal Tiongkok, Li Xuechen (音譯, Xuechen Li), baru-baru ini mengundurkan diri dari perusahaan xAI milik Elon Musk dan pindah ke OpenAI. Sebelumnya, ia menjual saham xAI yang dimilikinya dan memperoleh hampir 7 juta dolar AS. Namun sebelum resmi bergabung dengan OpenAI, xAI menemukan bahwa ia mencuri kode sumber inti perusahaan. Kasus dugaan “membawa senjata saat membelot” ini kini tengah bergulir di pengadilan California.

EtIndonesia. Pada Minggu (31/8/2025), mantan eksekutif Amazon Web Services dan Google, Bindu Reddy, menulis di X bahwa mantan insinyur xAI, Li Xuechen, telah mencuri seluruh kode sumber chatbot Grok. Musk menanggapi postingan tersebut dengan menambahkan bahwa bukan hanya Grok, melainkan seluruh kode sumber xAI yang dicuri. Menurut Musk, Li sendiri sudah mengaku dan catatan log juga bisa dijadikan bukti.

Musk juga menulis dalam postingan lain: “Dia menerima tawaran dari OpenAI, lalu mengunduh seluruh kode sumber kami.”

Data publik menunjukkan bahwa Li berasal dari Tiongkok, bersekolah di SMA Beijing No.4, lalu meraih gelar doktor di Stanford pada 2024. Setelah itu ia bergabung dengan xAI sebagai anggota inti tim. Saat peluncuran Grok3, ia bahkan duduk di samping Musk.

xAI pada 28 Agustus secara resmi mengajukan gugatan di Pengadilan Distrik Federal California Utara, menuduh Li Xuechen mencuri rahasia dagang inti perusahaan dan membawanya ke pesaing utama, OpenAI.

Menurut berkas gugatan, Li bergabung dengan xAI pada 26 Februari 2024 sebagai anggota tim pendiri, dengan akses penuh ke data pelatihan, algoritma optimasi, dan seluruh kode sumber Grok — yang disebut lebih unggul dari ChatGPT milik OpenAI.

Namun pada Juni–Juli 2025, Li menunjukkan perilaku mencurigakan. Ia menjual saham xAI dengan alasan butuh uang, mengantongi sekitar 7 juta dolar AS. Lalu sejak 25 Juli, ia diam-diam mulai menyalin kode sumber xAI ke perangkat pribadinya, menghapus log aktivitas, dan mengkompres file agar terlihat seperti file pribadi biasa.

Setelah aksi itu selesai, ia resmi mengundurkan diri pada 28 Juli. Dalam dokumen pemutusan kerja, ia menegaskan sudah mematuhi perjanjian kerahasiaan dan menghapus semua data perusahaan.

Namun pada 11 Agustus, tim keamanan xAI menemukan kejanggalan. Bukti digital menunjukkan Li mencuri data rahasia.

Pada 14–15 Agustus, dalam dua pertemuan yang disaksikan pengacara, Li mengaku melakukan “tindakan tidak pantas” dan menuliskan pengakuan tertulis, tetapi hanya mengakui sebagian data yang diunduh.

Pada 18 Agustus, ia menandatangani surat izin agar xAI memeriksa perangkat pribadinya. Tim teknis menemukan file penting tersembunyi. Saat ditanya soal akses akun tertentu, ia mengaku “lupa” kata sandi, padahal log komputer menunjukkan ia baru saja menggunakannya.

Sikap ini membuat Musk marah besar dan akhirnya membawa kasus ini ke ranah hukum. Gugatan xAI terhadap Li terdaftar dengan nomor 3:25-cv-07292.

xAI menyatakan bahwa data yang dicuri bisa membantu OpenAI meningkatkan ChatGPT dengan memanfaatkan teknologi inovatif xAI, sehingga menimbulkan kerugian besar.

xAI menuntut agar Li menyerahkan semua perangkat dan akun untuk pemeriksaan forensik, meminta pengadilan mengeluarkan perintah larangan agar ia tidak boleh bekerja di OpenAI atau perusahaan AI kompetitor lain sampai semua data dipastikan dihapus. Selain itu, xAI juga menuntut ganti rugi finansial, termasuk kerugian nyata, tiga kali ganti rugi punitif, serta biaya pengacara.

Menariknya, pada Juli lalu, Li sempat menulis di X: “Yang selalu membuat saya kagum adalah bagaimana sekelompok kecil orang berbakat, ketika fokus penuh, bisa menciptakan hasil luar biasa dalam waktu singkat.” Namun tak lama setelah itu, ia justru mengkhianati tim yang ia banggakan, dan menghancurkan masa depan kariernya sendiri.

Seorang komentator independen, Zhang Xiujie, bahkan menulis di akunnya: “Musk akhirnya ketemu pencuri asal Tiongkok.”

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine