Penyembuhan dari Dalam: Makanan Kuno yang Meningkatkan Pencernaan dan Mengendalikan Diabetes

Makanan bernutrisi dari pengobatan tradisional Tiongkok (PTT) ini dapat membantu meningkatkan pencernaan, mengatur metabolisme, dan mendukung keseimbangan tubuh secara keseluruhan

Naiwen Hu

Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, limpa dan lambung dianggap sebagai organ penting yang bertanggung jawab atas penyerapan nutrisi dan pengaturan metabolisme. Ketika fungsi limpa melemah, hal itu dapat menyebabkan pencernaan yang buruk dan bahkan berkontribusi pada ketidakseimbangan gula darah serta metabolisme lemak.

Beberapa makanan sehari-hari dapat membantu memperkuat limpa dan menutrisi lambung, sehingga berpotensi mencegah atau mengelola kondisi seperti diabetes.

Dari sudut pandang kedokteran modern, limpa sering dianggap sebagai organ yang relatif kecil perannya. Sebaliknya, PTT memandang limpa dan sistem pencernaan sebagai bagian dari jaringan energi yang saling terhubung. Dalam kerangka ini, limpa dan lambung berperan sentral dalam mengatur proses pencernaan dan metabolisme tubuh.

Jika fungsi limpa terganggu, tubuh mungkin kesulitan mencerna dan menyerap nutrisi dengan baik. Hal ini dapat menimbulkan gejala seperti kelemahan otot serta wajah kusam atau pucat kekuningan—yang dalam PTT dianggap sebagai tanda defisiensi limpa-lambung.

Limpa yang lemah dapat menyebabkan penumpukan limbah metabolik dalam tubuh, suatu kondisi yang dalam PTT disebut “lendir-lembap (phlegm-dampness).” Ketidakseimbangan internal ini diyakini meningkatkan risiko gangguan metabolik, termasuk diabetes dan kadar lemak darah tinggi (hiperlipidemia).

Penelitian menunjukkan bahwa banyak penderita diabetes juga mengalami gejala pencernaan seperti pengosongan lambung yang lambat, perut kembung, dan gangguan pencernaan.

Sebuah tinjauan tahun 2023 menemukan bahwa hormon tertentu yang diproduksi usus dapat membantu mengatur metabolisme karbohidrat dan lemak. Menariknya, penderita diabetes sering menunjukkan ketidakseimbangan mikrobiota usus. Memperbaiki kesehatan usus melalui suplemen probiotik mungkin memberi potensi terapeutik dalam mengelola kondisi tersebut.

Temuan ini menekankan peran penting sistem pencernaan dalam fungsi metabolisme secara keseluruhan. Makanan seperti ubi Cina, labu, ubi jalar, dan akar teratai tidak hanya mendukung pencernaan sehat, tetapi juga berpotensi mencegah tukak lambung, melancarkan buang air besar, serta menurunkan kadar gula darah.


Manfaat Kesehatan Ubi Cina

Ubi Cina adalah sayuran sekaligus herbal tradisional. Dalam toko PTT biasanya dijual dalam bentuk kering setelah dijemur, sementara ubi Cina segar banyak tersedia di pasar. Ketika dipotong, umbi segar ini mengeluarkan lendir putih lengket.

Lendir ini kaya polisakarida yang, setelah difermentasi oleh mikrobiota usus, menghasilkan senyawa bermanfaat seperti asam lemak rantai pendek. Zat ini terbukti memiliki efek antiinflamasi dan dapat membantu mengatur metabolisme gula serta lemak darah.

Baik dalam pengobatan tradisional maupun penelitian ilmiah, ubi Cina diketahui bermanfaat untuk mengontrol gula darah, mengatur lemak, dan menurunkan tekanan darah.

Ubi Cina bisa dimakan mentah atau dimasak, dan sering digunakan dalam sup atau rebusan.

Sup Iga dengan Ubi Cina

Sup ini dikenal bergizi tinggi. Iga memberikan kolagen dan kalsium, sementara ubi Cina menyediakan lendir nabati. Kombinasi ini cocok untuk seluruh keluarga dan juga mendukung pertumbuhan sehat pada anak-anak.

Bahan-bahan:

  • 600 gram iga
  • 500 gram ubi Cina
  • 10 kurma merah (red dates)
  • 2 iris jahe
  • Garam secukupnya

Cara membuat:

  1. Kupas ubi Cina dan potong-potong. Cuci bersih kurma merah. Iris jahe tipis.
  2. Masukkan iga  ke dalam panci berisi air dingin. Rebus hingga mendidih, lalu angkat iga dan tiriskan.
  3. Masukkan iga, ubi, kurma merah, dan jahe ke panci bersih. Tambahkan air hingga semua bahan terendam.
  4. Didihkan dengan api besar, lalu kecilkan api dan masak selama ±1 jam hingga iga dan ubi empuk.
  5. Tambahkan garam secukupnya sebelum disajikan.

Ada beberapa jenis ubi Cina dengan karakteristik kuliner dan gizi yang berbeda.

  • Varietas Jepang (Yamatoimo) lebih berair dan renyah saat dimakan mentah, tetapi mudah hancur saat dimasak. Potong agak besar atau masukkan di 15 menit terakhir perebusan agar tidak hancur.
  • Varietas yang lebih padat seperti Tiegun (populer di Tiongkok) memerlukan waktu masak lebih lama agar teksturnya lebih enak.

⚠️ Lendir ubi Cina dapat mengiritasi kulit, jadi sebaiknya gunakan sarung tangan saat mengupas.

Kurma merah dapat dipotong agar rasa manisnya lebih keluar. Dalam PTT, kurma merah juga dipercaya mendukung kesehatan limpa dan lambung.

Ubi Cina merupakan bahan utama “Sup Sishen,” ramuan herbal tradisional Taiwan. Untuk penderita diabetes, menambah porsi ubi dalam sup ini bisa menjadi alternatif sehat pengganti makanan pokok seperti nasi atau mi.


Manfaat Kesehatan Labu

Dalam PTT, labu dihargai karena kemampuannya mendukung fungsi limpa dan lambung. Penelitian menunjukkan labu bermanfaat dalam mengelola diabetes, kanker, dan penyakit kardiovaskular, sementara bijinya terbukti memiliki efek anti-tukak, antimikroba, dan penyembuhan luka.

Bagi orang yang sering stres atau mengalami gangguan lambung akibat pola makan tidak teratur, disarankan makan labu 1–2 kali seminggu untuk menutrisi lambung.

Labu kaya pektin, serat larut yang membantu memperkuat lapisan lambung-usus dan dapat mengurangi risiko gastritis serta tukak lambung.

Labu sangat cocok dipadukan dengan millet (jagung ekor kuda) untuk membuat bubur lembut. Dalam PTT, millet juga dipercaya memperkuat limpa dan lambung.

Sebuah studi tahun 2023 menunjukkan bahwa millet lebih unggul secara nutrisi dibanding nasi putih karena mengandung lebih banyak serat, vitamin, dan fitokimia, serta berpotensi mengurangi risiko kanker usus besar.

Bubur Labu dan Millet

Hidangan ini memadukan manfaat pencernaan dari labu dengan khasiat penguat limpa dari millet.

Bahan-bahan:

  • 200 gram labu
  • 50 gram millet

Cara membuat:

  1. Potong labu kecil-kecil dan cuci bersih millet.
  2. Masukkan keduanya ke dalam panci berisi air mendidih.
  3. Kecilkan api dan masak ±30 menit.
  4. Aduk sesekali hingga menjadi bubur kental bertekstur creamy.

Manfaat Kesehatan Ubi Jalar

Ubi jalar terbukti membantu menurunkan gula darah dan tekanan darah, serta meredakan sembelit. Kandungan airnya membantu melembabkan usus besar sehingga buang air besar lebih lancar.

Banyak orang mengira ubi jalar buruk untuk penderita diabetes karena dianggap terlalu bertepung. Namun, penelitian Mei 2025 menunjukkan ubi jalar mengandung pati resisten dalam jumlah tinggi—sejenis pati yang sulit dicerna sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah. Pati resisten juga berfungsi sebagai prebiotik yang mendukung keseimbangan mikrobiota usus dan metabolisme gula serta lemak.

Ubi jalar kaya senyawa fenolat, flavonol, flavanon, dan antosianin yang memiliki sifat antidiabetes. Bagi penderita diabetes, disarankan mencoba dalam porsi kecil terlebih dahulu dan memantau respon tubuh.

Sebuah tinjauan terhadap 22 uji klinis menunjukkan bahwa konsumsi ubi jalar dapat menambah vitamin A, mengatur gula dan tekanan darah, meningkatkan fungsi hati, serta meredakan sembelit.


Manfaat Kesehatan Akar Teratai

Di musim panas, konsumsi makanan pedas atau gorengan berlebihan dapat memicu peradangan, dengan gejala seperti bau mulut, sariawan, dan bibir pecah-pecah.

Dalam PTT, kondisi ini disebut “panas berlebih pada limpa dan lambung.” Konsep “api” di sini menggambarkan ketidakseimbangan internal yang menimbulkan gejala peradangan. Akar teratai digunakan untuk meredakan “api” ini, sehingga mendukung keseimbangan pencernaan.

Penelitian menemukan akar teratai kaya polifenol dengan sifat hipoglikemik, antiinflamasi, dan antioksidan. Akar teratai juga terbukti membantu memperbaiki kondisi hati berlemak pada tikus diabetes.

Sebuah studi hewan tahun 2020 menunjukkan bahwa ekstrak akar teratai fermentasi berpotensi menjadi terapi alternatif untuk tukak lambung.

Teh Akar Teratai

Minuman ringan dan menyegarkan, sangat cocok untuk musim panas.

Bahan-bahan:

  • 1 ruas akar teratai
  • 1000 ml air
  • Gula batu secukupnya

Cara membuat:

  1. Cuci bersih akar teratai, kupas, lalu iris tipis.
  2. Masukkan irisan ke panci berisi air.
  3. Rebus hingga mendidih, lalu kecilkan api dan masak ±40 menit.
  4. Tambahkan gula batu sesuai selera. Dinginkan sebelum disajikan.

Irisan akar teratai yang sudah dimasak dapat dimakan langsung atau dijadikan bahan tambahan masakan lain.


📝 Pandangan dalam artikel ini adalah opini penulis dan tidak selalu mencerminkan sikap The Epoch Times. Epoch Health menyambut diskusi profesional dan perdebatan sehat. Untuk mengirimkan opini, silakan ikuti panduan yang tersedia.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine