“Lelah” yang Kamu Rasakan, Sebenarnya Adalah Ulahmu Sendiri

EtIndonesia. Kelelahan sejati bukan berasal dari tubuh, melainkan dari hati yang letih.

Dalam hidup sehari-hari, sering sekali saya mendengar orang-orang mengeluh: “Saya lelah!”

 Ketika saya bertanya mengapa, jawabannya beragam:

·        Di tempat kerja ada pendapat tapi tidak berani mengutarakan — lelah.

·        Dalam kehidupan sosial ada undangan tapi tidak berani menolak — lelah.

·        Dalam pikiran ada beban tapi tidak berani melepaskan — lelah.

Namun, ironisnya, mereka sering berkata:  “Kami iri padamu, hidupmu kelihatan ringan, tidak lelah sama sekali.”

Saya hanya menjawab: “Kalau mau ringan seperti saya, mudah kok. Di tempat kerja ada pendapat, ya sampaikan. Ada undangan tak penting, ya tolak. Ada beban pikiran, ya lepaskan. Selesai.”

Tapi mereka menjawab:“Itu tidak mungkin, kami tidak bisa.”

Maka, hidup mereka terus berjalan dalam lingkaran yang sama: kerja dengan terpaksa, bersosialisasi dengan terpaksa, bahkan hidup dengan terpaksa. Mereka tahu letih, tapi tetap menjalani letih itu tanpa perubahan.

Lelah Karena Pilihan Sendiri

Dulu, saat saya berani menentang formalisme, banyak orang mengaku muak dengan budaya itu. Tapi ketika saya benar-benar berdiri melawan, saya menoleh ke belakang—tak ada seorang pun yang mendukung. 

Semua berbalik berkata: “Tidak ada formalisme, semua baik-baik saja, harmonis kok.”

Itulah sebabnya saya percaya: banyak rasa lelah yang dirasakan orang sebenarnya mereka ciptakan sendiri. Mereka mempertahankan kepalsuan dan keharmonisan semu, sementara di baliknya hidup seperti anjing yang terbelenggu dan kelelahan.

Hidup ini adil: pilihan menentukan jalan hidup.

·        Kalau ingin hidup seperti anjing, maka jangan menolak sisa makanan, jangan menolak rantai di leher, dan jangan menolak tugas menjaga rumah.

·        Tapi kalau ingin hidup sebagai manusia sejati, maka milikilah keberanian, harga diri, dan pendirian.

Kamu tidak bisa sekaligus menatap tulang dengan liur menetes, sambil bermimpi tentang kebebasan, penghormatan, dan kesetaraan. Hidup tidak memberi banyak pilihan ganda. Hidup hanya memberi satu soal dengan satu jawaban.

Dan saya memilih: hidup sebagai manusia yang ringan, jujur, dan apa adanya.

Jangan Menitipkan Hidupmu pada Orang Lain

Sejak tulisan saya dikenal banyak orang, anehnya banyak yang menganggap saya semacam “penyelamat”.

·        Ada yang disakiti pacar, datang pada saya minta dibongkar.

·        Ada yang haknya di tempat kerja dilanggar, minta saya menuliskan keluhan.

·        Bahkan ada yang hampir gila karena tekanan hidup, ingin melampiaskan pada saya.

Saya berkata:  “Kenapa tidak kalian sendiri yang menyelesaikannya?”

Jawaban mereka sama: “Kalau kami yang lakukan, repot. Kamu berani, biar kamu saja.”

Padahal, sebelum menulis, saya hanyalah seorang perempuan biasa, tubuh lemah, tangan tak sekuat mereka. Bedanya hanya satu: saya berani bersuara.

Lelah Itu Akar dari Hati

Ingatlah pepatah: “Hujan deras tak menyuburkan rumput tanpa akar; ajaran mulia tak berguna bagi yang tak punya kesiapan.”

Artinya, tidak ada orang lain yang bisa benar-benar menolongmu jika kamu sendiri tak mau bergerak.

Rasa lelahmu?

·        Separuh karena kehilangan arah nilai hidup.

·        Separuh lagi karena terlalu besar keinginan dan nafsu.

Kamu yang menjerat dirimu sendiri, namun tetap bermimpi ingin “terbang bebas”. Akhirnya, bukan jadi kupu-kupu, melainkan kepompong yang terpanggang dalam minyak panas.

Penutup: Berani Melepaskan (Keterikatan Hati) , Baru Berhak Bicara tentang Lelah

Maka dari itu, janganlah datang padaku, baik di dunia maya maupun nyata, hanya untuk mengeluh lelah. Karena lelahmu, sebagian besar berasal dari pilihanmu sendiri.

  • Ketika menghadapi ketidakadilan — hadapilah. 
  •  Ketika melihat ketidakbenaran — bertindaklah.
    –  Kalau tak ingin hidup seperti anjing, jangan jalani hidup dengan cara anjing.

Beranilah melepas topeng kepalsuan dunia. Hanya dengan begitu, kamu pantas berbicara tentang rasa lelah.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda tentang Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

Lima Tanda di Pagi Hari yang Menunjukkan Tubuh Anda dalam Kondisi Baik

Banyak masalah kesehatan kronis tidak menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk menunjukkan keberadaannya. Menit-menit setelah bangun tidur dapat menjadi jendela yang memperlihatkan apa yang dilakukan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine