EtIndonesia. Sepasang suami-istri lansia saling menggenggam tangan, membuktikan bahwa cinta sejati tak pernah lekang oleh waktu.
Di dunia sekarang ini, banyak orang mulai tak lagi percaya pada cinta. Sebagian menganggap bahwa “cinta sejati” hanyalah kisah indah dalam karya sastra atau film. Namun, kisah dua pasangan lansia berikut membuktikan sebaliknya: meski sakit membuat mereka lupa keluarga, bahkan lupa bahwa mereka sudah menikah, hati mereka tetap mengingat satu hal—perempuan di hadapan mereka adalah cinta sejati yang tak tergantikan.
Peter Marshall dan Lisa: Cinta yang Bertahan di Tengah Lupa
Menurut laporan The Mirror, seorang pria Amerika bernama Peter Marshall didiagnosis mengidap penyakit Alzheimer beberapa tahun lalu. Kini di usianya yang ke-56 tahun, sebagian besar ingatannya telah hilang. Dia bahkan tak lagi mengenali istrinya sendiri, Lisa, yang selalu setia mendampingi. Namun ada satu hal yang tak pernah pudar dari benaknya: wanita itu adalah orang yang paling dia cintai.
Suatu hari, saat Peter dan Lisa sedang menonton televisi, layar menampilkan adegan pernikahan. Tiba-tiba Peter menunjuk ke arah TV lalu menoleh ke Lisa dengan gembira.
“Kita menikah saja, yuk!” katanya penuh semangat.
Lisa menceritakan kepada media bahwa saat mendengar lamaran itu, hatinya kembali bergetar seperti dulu. Dia merasa sangat terharu, seolah menjadi wanita paling beruntung di dunia. Tanpa ragu, dia menerima lamaran sang suami untuk kedua kalinya.
Putri mereka, yang bekerja sebagai perencana pernikahan, membantu menyiapkan “pernikahan kedua” ini. Dalam suasana penuh haru, di hadapan keluarga dan sahabat, Peter dan Lisa kembali berdiri bersama di altar, mengucapkan janji setia yang sama—seakan waktu berputar ke masa muda mereka.
Di hari istimewa itu, Peter membisikkan sesuatu ke telinga Lisa: “Terima kasih karena kamu tetap bertahan.”
Michael Joyce dan Linda: Janji yang Tak Pernah Luntur
Kisah serupa juga terjadi di Selandia Baru. Tiga tahun lalu, seorang pria bernama Michael Joyce, berusia 68 tahun, yang juga mengidap Alzheimer, kembali jatuh cinta pada istrinya Linda dan melamarnya untuk kedua kalinya.
Dilaporkan oleh Daily Mail, Michael terdiagnosis Alzheimer sejak 2010. Awalnya dia hanya mengalami gangguan berbicara, namun penyakit itu perlahan merenggut ingatannya, hingga akhirnya ia tak lagi mengenali orang-orang di sekitarnya.
Meski begitu, Linda selalu ada di sampingnya. Selama 34 tahun pernikahan, dia merawat dan mendampingi Michael tanpa pernah meninggalkannya. Walau suaminya sudah lupa bahwa dia adalah istrinya, cintanya tak pernah surut.
Hingga suatu hari, Michael menggenggam tangan Linda dan berkata dengan penuh kesungguhan: “Maukah kamu menikah denganku?”
Bagi Linda, lamaran itu terasa seperti keajaiban. Dia menangis bahagia karena, berbeda dari biasanya, Michael ternyata tak melupakan momen itu begitu saja. Bahkan selama seminggu penuh, dia tetap mengingat bahwa dia telah melamar istrinya.
Linda pun memutuskan untuk memenuhi permintaan suaminya. Dia menggelar sebuah pernikahan sederhana di tepi Sungai Hamilton, dihadiri keluarga serta sahabat. Di sana, mereka sekali lagi merayakan cinta yang tak pernah hilang.
“Ini adalah hari paling bahagia dalam hidupku,” ucap Linda penuh haru.
Kisah dua pasangan ini mengingatkan kita bahwa meskipun ingatan bisa hilang, cinta sejati tetap tertanam di hati. Dia mungkin terlupakan oleh otak, namun tidak pernah pudar dari jiwa.(jhnyn)


