EtIndonesia. Pada 30 Agustus siang, Andriy Parubiy, anggota parlemen Ukraina sekaligus mantan Ketua Parlemen, tewas ditembak di kota Lviv, Ukraina barat. Saat ini, motif pelaku belum diketahui, dan belum jelas apakah kasus ini berkaitan langsung dengan perang Rusia-Ukraina. Pihak berwenang telah melancarkan operasi pengejaran terhadap pelaku.
Menurut informasi, penyerang yang menargetkan Parubiy menyamar sebagai kurir makanan, lalu menembaknya beberapa kali dari belakang sebelum melarikan diri dengan sepeda listrik.
Media Rusia RT pada 30 Agustus menayangkan rekaman berdurasi 25 detik yang memperlihatkan detik-detik penyerangan. Dalam video yang belum terverifikasi tersebut, tampak pelaku bercadar, mengenakan pakaian serba hitam dan membawa tas kuning Glovo khas layanan antar makanan. Ia membuntuti Parubiy, kemudian mendekat dari belakang dan melepaskan delapan tembakan. Sesaat kemudian, tubuh keduanya tertutup pepohonan dalam rekaman itu.
Menurut laporan Reuters, Parubiy meninggal pada usia 54 tahun. Ia pernah menjabat Ketua Parlemen Ukraina dari April 2016 hingga Agustus 2019, dan merupakan salah satu pemimpin gerakan protes tahun 2013–2014 yang menuntut hubungan lebih erat Ukraina dengan Uni Eropa.
Pada Februari hingga Agustus 2014, Parubiy juga menjabat sebagai Ketua Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, di masa ketika konflik pecah di Ukraina timur dan Rusia mencaplok Semenanjung Krimea.
Hingga kini, pejabat Ukraina belum memastikan apakah kasus ini terkait langsung dengan perang Rusia-Ukraina.
Wali Kota Lviv, Andriy Sadovyi, menyatakan bahwa menemukan pelaku dan mengungkap situasi saat serangan terjadi adalah prioritas utama. Ia menambahkan, “Kasus ini menyangkut masalah keamanan negara yang sedang berada dalam kondisi perang. Seperti yang kita lihat, tidak ada tempat yang benar-benar aman di sini.”
Sampai saat ini, aparat penegak hukum Ukraina belum mengungkap identitas maupun motif pelaku.
Sumber : NTDTV.com


