Gempa Dahsyat di Afghanistan Warga ketakutan Hingga Kehilangan Tempat Tinggal 

Pada Minggu  (31 Agustus) malam pukul 23.47 waktu setempat, gempa bumi bermagnitudo 6,0 mengguncang Afghanistan timur. Hingga kini, lebih dari 800 orang tewas dan lebih dari 2.700 orang terluka. Ini adalah gempa paling mematikan di Afghanistan sejak Juni 2022. Banyak warga kehilangan rumah dan terpaksa tidur di jalanan. Tim penyelamat pada Senin (1 September) terus mencari korban selamat di bawah reruntuhan, sementara jumlah korban diperkirakan masih akan meningkat.

EtIndonesia. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebutkan, pusat gempa berada di 27 km timur laut kota Jalalabad, Provinsi Nangarhar, dengan kedalaman hanya 8 km. Provinsi Kunar, yang berbatasan dengan Pakistan, menjadi daerah yang paling parah terdampak.

Banyak rumah sederhana yang terbuat dari tanah liat dan batu, serta terletak di lembah curam, roboh akibat guncangan. Tim penyelamat bekerja semalaman untuk menyelamatkan orang-orang yang masih terjebak di bawah puing-puing.

Juru bicara pemerintah Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan bahwa hanya di Provinsi Kunar saja sudah terdapat sekitar 800 orang meninggal dan 2.500 orang luka-luka.

Seorang pengungsi berusia 22 tahun, Zafar Khan Gojar, yang bersama keluarganya mengungsi dari distrik Nurgal ke Jalalabad, berkata:  “Gempa merobohkan kamar dan dinding. Beberapa anak meninggal, sebagian orang terluka.”

Helikopter terus berdatangan untuk mengevakuasi korban luka ke rumah sakit.

Seorang warga mengatakan kepada AFP:  “Semua orang ketakutan dan sangat panik… perempuan dan anak-anak berteriak histeris. Seumur hidup kami belum pernah melihat bencana seperti ini.”

Kepala badan manajemen bencana Provinsi Kunar, Ehsanullah Ehsan, mengatakan bahwa masih banyak orang terjebak di bawah atap rumah mereka yang runtuh, dan memperingatkan bahwa jumlah korban bisa terus bertambah.

Setelah gempa, pemerintah Taliban meminta bantuan internasional. Menurut PBB, akses jalan ke beberapa desa terdampak di Kunar terputus sehingga menghambat upaya penyelamatan.

PBB menyatakan bekerja sama dengan pemerintah Afghanistan untuk “segera menilai kebutuhan, menyalurkan bantuan darurat, dan siap mengerahkan lebih banyak sumber daya.”

Dana tanggap darurat global PBB telah mengucurkan dana awal sebesar 5 juta dolar AS. 

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine