EtIndonesia. Militer Israel mengumumkan bahwa dalam operasi “pembunuhan terarah” baru-baru ini, mereka berhasil menewaskan Obeida, juru bicara Hamas. Selain itu, Perdana Menteri pemerintahan Houthi di Yaman, Ahmed Ghaleb Nasser Al-Rahawi, bersama sejumlah pejabat tinggi juga tewas akibat serangan udara terarah Israel.
Tel Aviv menyatakan, IDF (Pasukan Pertahanan Israel) sedang melakukan serangan sistematis terhadap “poros kejahatan” yang didukung Iran, dengan tujuan mempercepat pembebasan seluruh sandera.
Pemakaman Dua Sandera Israel
Senin (1 September), upacara pemakaman dua sandera yang tewas digelar di kota Rishon LeZion, Israel tengah. Para kerabat mengibarkan bendera Israel sepanjang jalan untuk memberi penghormatan terakhir.
Jenazah Ilan Weiss (55 tahun) ditemukan di Gaza pada Jumat (29 Agustus). Identitas sandera lain, Idan Stivi, baru terkonfirmasi pada Sabtu (30 Agustus).
Hari yang sama juga menandai dimulainya tahun ajaran baru. Sebuah sekolah di wilayah Eshkol menggelar acara doa bersama menuntut pembebasan sandera yang masih ditahan Hamas. Duta Besar AS untuk Israel, Jack Lew Hekabi, turut hadir menyatakan dukungan.
Seorang siswa berkata: “Awal tahun ajaran baru memang menyenangkan, tapi hati kami tetap resah memikirkan para sandera di Gaza. Mereka menunggu bisa pulang ke rumah.”
Wilayah Eshkol, yang berdekatan dengan Jalur Gaza, merupakan salah satu target serangan Hamas pada serangan 7 Oktober.
“Israel harus membebaskan sandera dan mengalahkan Hamas. Dua tujuan ini ditegaskan oleh Presiden Trump, sementara cara pelaksanaannya diserahkan kepada Israel. Demi melindungi anak-anak ini, kedua tujuan itu harus tercapai,” kata ubes AS Mike Huckabee.
Serangan Terarah Israel
Militer Israel terus meningkatkan operasi di Kota Gaza. Ledakan terdengar silih berganti, kilatan cahaya membelah langit malam.
Minggu (31 Agustus), IDF mengumumkan bahwa sehari sebelumnya mereka menewaskan Khudayfa Khalout, juru bicara militer Hamas.
Khalout dianggap sebagai wajah paling simbolis Hamas. Selama lebih dari satu dekade, ia memimpin propaganda dan perang psikologis kelompok tersebut, sering menyuarakan seruan serangan terhadap Israel.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menulis di media sosial: “Khalout telah menyusul anggota lain dari poros kejahatan ke neraka.” Ia juga memperingatkan bahwa Hamas akan menghadapi serangan yang lebih besar lagi.
Di Yaman, kelompok Houthi mengkonfirmasi pada Sabtu (30 Agustus) bahwa Perdana Menteri mereka, Nasser Al-Rahawi, serta sejumlah pejabat senior tewas akibat serangan udara Israel. Ini merupakan pejabat paling tinggi Houthi yang tewas dalam serangan gabungan AS-Israel.
Netanyahu: Sistematis Hadapi Poros Iran
“Dalam 24 jam terakhir, kami berhasil menghabisi salah satu petinggi Hamas. Baru-baru ini, sebagian besar kekuatan rezim teroris Houthi juga kami lenyapkan. Di Lebanon, setiap kali Hizbullah mencoba bergerak, kami langsung menghantamnya,” kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Dalam sidang kabinet Minggu (31 Agustus), Netanyahu menegaskan bahwa Israel sedang melancarkan serangan sistematis terhadap ‘poros kejahatan’ yang didukung Iran. Ia menekankan, operasi ini menunjukkan tekad Israel untuk menghancurkan Hamas sepenuhnya dan membebaskan semua sandera.
Sumber : NTDTV.com


