Gempa Dahsyat Kembali Mengguncang Afghanistan! Lebih dari 1.400 Orang Tewas dan 3.124 Terluka, Dukungan Internasional Terus Meningkat

Pada 31 Agustus lalu, setelah Afghanistan diguncang gempa bermagnitudo 6, wilayah tenggara negara itu kembali dilanda gempa susulan berkekuatan magnitudo 5,2 pada Selasa (2 September). Hingga kini, sudah diketahui lebih dari 1.400 orang tewas dan ribuan lainnya luka-luka. Juru bicara PBB memperkirakan jumlah ini masih akan terus meningkat.

EtIndonesia. Gempa pada Selasa (2 September) terjadi di timur laut Jalalabad, Provinsi Nangarhar. Dua hari sebelumnya (31 Agustus), di wilayah yang sama terjadi gempa berkekuatan 6 yang meruntuhkan rumah-rumah dari bata lumpur dan kayu, membuat banyak orang terjebak di bawah reruntuhan. Itu merupakan salah satu gempa terparah di Afghanistan dalam beberapa tahun terakhir.

Kelompok Taliban, yang saat ini berkuasa di negara tersebut, pada Selasa mengklaim sedikitnya 1.411 orang meninggal, 3.124 orang terluka, dan lebih dari 5.400 rumah hancur. Namun kondisi sebenarnya belum jelas.

Hujan deras, longsor, dan jalan-jalan yang rusak membuat bantuan sulit menjangkau daerah pegunungan terpencil yang paling parah terdampak.

Para relawan setempat menyebutkan bahwa gempa susulan membuat para penyintas hidup dalam ketakutan, sementara obat-obatan dan tempat pengungsian sangat terbatas.

 “Saya datang ke sini untuk membantu. Saat ini sudah ada sekitar lima puluh hingga enam puluh orang yang turun tangan. Situasi di lokasi sangat parah, jenazah bergelimpangan, sebagian korban luka sudah dievakuasi, sementara yang lain sedang dipindahkan dengan helikopter,” ujar seorang relawan bernama Nameerullah. 

Inggris berjanji memberikan bantuan sebesar 1 juta poundsterling (sekitar 1,3 juta dolar AS) melalui berbagai lembaga kemanusiaan. Uni Eropa sedang mengirimkan 130 ton bantuan darurat ke daerah bencana serta menyalurkan dana bantuan sebesar 1 juta euro (sekitar 1,16 juta dolar AS). PBB juga mengalokasikan dana 5 juta dolar AS untuk tanggap darurat. Selain itu, Uni Emirat Arab, India, dan sejumlah negara lain juga menyatakan akan menyalurkan bantuan.

 “Seiring dengan masuknya tim pencarian dan penyelamatan ke daerah terdampak, angka korban diperkirakan akan terus bertambah. Kami telah mengirim sedikitnya 25 tim penilai ke wilayah tersebut, serta mengupayakan distribusi barang-barang penting ke area yang bisa dijangkau untuk mendukung operasi penyelamatan,” kata Juru bicara PBB, Stephane Dujarric.

 “Rekan-rekan kami di bidang kemanusiaan menekankan bahwa kebutuhan paling mendesak mencakup tempat pengungsian darurat, pasokan medis penting, air minum, dan bantuan pangan darurat. Saat ini tempat pengungsian dan pasokan medis sangat terbatas.”

Sejak Taliban berkuasa pada 2021, ini sudah menjadi gempa besar ketiga yang melanda Afghanistan.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine