8 Tewas dan 50 Terluka di Chicago Selama Long Weekend

EtIndonesia. Delapan orang tewas dan 50 lainnya terluka selama akhir pekan Hari Buruh di AS dalam puluhan penembakan di Chicago.  Kekerasan kali ini lebih mematikan dibandingkan Hari Buruh tahun lalu, ketika tujuh orang tewas dan lebih dari 20 terluka.

Ketika ditanya wartawan tentang kemungkinan mengirim pasukan Garda Nasional ke Chicago, Trump berkata, “Kami akan masuk,” tetapi menambahkan, “Saya tidak bilang kapan.”
“Kami punya hak untuk melakukannya,” ujarnya seperti dilaporkan The Associated Press, Selasa (2/9/2025). 

Wali Kota Brandon Johnson dan Gubernur Illinois JB Pritzker, keduanya dari Partai Demokrat, berulang kali mengatakan tidak ada alasan bagi Trump untuk mengirim Garda Nasional, yang saat ini berada di Washington, D.C., untuk menangani kejahatan, imigrasi, dan tunawisma.

“Kami menghadapi kejahatan di jalanan,” ujar Pritzker pekan lalu. “Siapa pun yang terbunuh atau terluka adalah korban kejahatan, seseorang yang seharusnya kita tangani tantangannya. Dan kami melakukan itu setiap hari. Tetapi caranya adalah dengan polisi, bukan dengan pasukan.”

Antara Jumat malam hingga Senin malam, 58 orang tertembak dalam 37 insiden penembakan terpisah di kota terbesar ketiga di Amerika Serikat itu, menurut informasi awal dari polisi. Sebagian besar korban selamat berada dalam kondisi baik atau cukup baik, namun beberapa dilaporkan dalam kondisi serius atau kritis, termasuk seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun. Dalam sebagian besar kasus, tidak ada tersangka yang ditahan.

Secara terpisah, pemerintahan Trump diperkirakan akan memperluas operasi imigrasi di Chicago. Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem mengonfirmasi rencana peningkatan kehadiran agen federal.

Johnson pada akhir pekan menandatangani perintah yang menyatakan bahwa polisi Chicago tidak akan bekerja sama dengan personel militer dalam patroli kepolisian atau penegakan imigrasi sipil.

Polisi tidak akan “dijadikan deputi untuk melakukan razia lalu lintas dan pos pemeriksaan untuk presiden,” kata wali kota, seraya menambahkan bahwa pemerintahan Trump “tidak terkendali.”

Kejahatan dengan kekerasan memang menurun dalam beberapa tahun terakhir di Chicago, dengan populasi 2,7 juta jiwa, tetapi tetap menjadi masalah terus-menerus di beberapa lingkungan. Beberapa daerah dengan tingkat pembunuhan tertinggi mencatat 68 kali lebih banyak kasus pembunuhan dibandingkan daerah dengan tingkat terendah, menurut Laboratorium Kriminalitas Universitas Chicago.

Tahun lalu, kota ini mencatat 573 kasus pembunuhan, atau 21 per 100.000 penduduk, menurut Rochester Institute of Technology. Kota lain memiliki tingkat yang lebih tinggi pada 2024. Tingkat Chicago turun 25% dibandingkan tahun 2020.

Polisi Chicago secara rutin mempublikasikan data kejahatan mingguan secara daring. Departemen tersebut menyatakan, hingga Agustus tahun ini, ada 278 kasus pembunuhan, turun 31 persen dibandingkan periode delapan bulan yang sama pada 2024.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine