EtIndonesia. Pada 3 September 2025, Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan konferensi pers di akhir kunjungan resminya ke Tiongkok. Sebelumnya, ia menghadiri KTT Shanghai Cooperation Organization (SCO) di Tianjin, serta parade militer di Beijing untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II dan kemenangan dalam Perang Melawan Jepang.
Pada hari yang sama, siaran langsung CCTV Tiongkok secara tak terduga menangkap percakapan mengejutkan. Putin dan pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) Xi Jinping tertangkap kamera sedang berbicara tentang “transplantasi organ” dan “keabadian”, yang segera menarik perhatian dunia.
Dalam konferensi pers setelah parade, Putin membenarkan bahwa ia dan Xi memang sempat membicarakan soal “memperpanjang usia manusia.”
“Saya pikir saya dan Ketua (Xi) sempat membicarakan topik ini saat berjalan menuju parade. (Mantan Perdana Menteri Italia) Silvio Berlusconi dulu sangat tertarik pada hal ini. Kedokteran modern dan teknologi yang melibatkan transplantasi organ memberi alasan bagi manusia untuk percaya bahwa usia bisa diperpanjang secara signifikan,” kata Putin.
Sebelumnya, CCTV menangkap momen ketika Putin dan Xi berjalan berdampingan.
Penerjemah meneruskan ucapan Putin: “Organ manusia akan terus bisa ditransplantasi, orang akan semakin muda, bahkan bisa hidup abadi.” Setelah terdengar tawa ringan, Xi menjawab: “Diperkirakan, abad ini, manusia mungkin bisa hidup sampai usia 150 tahun.”
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un yang berjalan di dekat mereka tampak menoleh ke arah Xi, terlihat sangat tertarik dengan pembahasan ini.
Percakapan singkat tak sampai 30 detik itu langsung disiarkan ulang oleh media internasional seperti Associated Press (AP) dan Reuters. Administrasi Penyiaran Nasional Tiongkok mengklaim jumlah penonton daring hari itu mencapai 1,9 miliar, dengan pemirsa televisi lebih dari 400 juta. Namun, pihak berwenang segera menghapus video terkait.
Tayangan di kanal YouTube CCTV pun berubah menjadi “video pribadi”, meski media asing dan warganet telah menyimpan dan menyebarkannya luas.
Percakapan dadakan soal “usia panjang” ini kembali menyeret perhatian dunia pada isu kelam transplantasi organ di Tiongkok.
Pengamat politik Li Linyi kepada Epoch Times mengatakan, dialog itu memperkuat tuduhan internasional selama bertahun-tahun tentang praktik pengambilan organ secara paksa di Tiongkok dan adanya “pasokan khusus organ” bagi kalangan elit. Ia menekankan bahwa sejak 1999, jumlah kasus transplantasi organ di Tiongkok melonjak drastis, dengan latar belakang kejahatan HAM serius.
Sejak 2019, di media sosial Tiongkok sempat beredar iklan tentang proyek “981 Program Kesehatan Pemimpin Tingkat Tinggi”, yang disebut-sebut hanya melayani elit tertinggi PKT. Program ini diklaim telah berjalan selama 60 tahun dengan “hasil signifikan”, dan menargetkan memperpanjang usia manusia hingga 150 tahun.
Di Baidu, program “981 Kesehatan” ini disebut resmi diluncurkan pada 2005 sebagai “proyek besar” untuk layanan kesehatan bagi “elit sosial”. Disebutkan pula bahwa proyek ini memiliki “pakar medis utama untuk perawatan kesehatan pimpinan nomor satu negara.”
Ketua DPR AS Mike Johnson, ketika ditanya oleh reporter televisi NTD (New Tang Dynasty) dalam konferensi pers, menanggapi: “Kami sudah mendengar banyak kisah mengerikan dari Tiongkok tentang transplantasi organ, yang diambil dari ‘donor yang tidak rela’ — itu pun masih dikatakan secara halus.”
“Dan sekarang mereka tanpa sengaja tertangkap mikrofon membicarakannya, ini pertama kalinya saya mendengarnya langsung. Hal ini sendiri sudah sangat menunjukkan sesuatu. Ini memperlihatkan pandangan dunia mereka yang sepenuhnya bertentangan dengan nilai moral kita, bahkan bisa dibilang jahat.”
Ia juga menegaskan, kenyataan bahwa para pemimpin PKT membicarakan hal itu sendiri sudah menjadi peringatan serius. Kongres AS, katanya, menentang praktik tersebut dan sudah memiliki beberapa rancangan undang-undang terkait. Jika diperlukan, hal ini akan dijadikan prioritas untuk ditangani.
Sementara itu, Direktur Universitas Pertahanan Nasional Taiwan, Akademi Politik Perang, Yu Tsung-chi, dalam wawancaranya dengan Epoch Times sebelumnya mengingatkan bahwa selain menggunakan uang atau godaan seksual, PKT juga tengah melancarkan strategi “rencana emas hijau”. Dalam rencana ini, Tiongkok menyediakan organ ilegal dalam jumlah besar bagi para tokoh politik dan bisnis internasional yang kesehatannya bermasalah. Dengan cara itu, PKT berupaya melakukan penetrasi dan kontrol terhadap elit global.
Sumber : NTDTV.com


