EtIndonesia. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, baru-baru ini menyatakan bahwa pemerintahan Trump sedang membatasi pemberian visa bagi sejumlah warga negara Amerika Tengah. Alasannya, mereka “sengaja bertindak mewakili Partai Komunis Tiongkok (PKT)” dan merusak supremasi hukum di kawasan tersebut.
“Amerika Serikat berkomitmen untuk memerangi pengaruh korup PKT di Amerika Tengah dan mencegah upaya mereka merusak supremasi hukum,” demikian dalam pernyataannya di Departemen Luar Negeri AS.
Pernyataan resmi itu menegaskan bahwa bagi warga Amerika Tengah yang secara sadar bekerja untuk PKT, termasuk yang memberi perintah, otorisasi, pendanaan, atau dukungan dalam merusak supremasi hukum di kawasan, AS tidak akan mengeluarkan visa. Mereka juga akan dimintai pertanggungjawaban atas upaya menggoyahkan stabilitas di belahan barat bumi.

Penulis kolom Epoch Times, Wang He, menilai: “Sebagian besar investasi luar negeri Tiongkok diarahkan ke Amerika Latin. Banyak negara di kawasan ini sudah bergabung dalam proyek Belt and Road Initiative (BRI). Karena itu, penetrasi PKT ke dalam aspek ekonomi, politik, dan sosial di Amerika Latin sangat serius.”
Jurnalis senior, Tang Hao, menjelaskan: “PKT mengekspor apa yang disebut ‘korupsi geopolitik’ di Amerika Latin. Mereka tampaknya berinvestasi di infrastruktur, tetapi dalam praktiknya menggunakan suap, komisi gelap, dan gratifikasi kepada pejabat untuk mengendalikan politik lokal. Hal ini merusak supremasi hukum, sekaligus memberi PKT keuntungan strategis, misalnya mempengaruhi hak navigasi di Terusan Panama, sehingga bisa memanfaatkan Amerika Latin untuk menantang AS.”
Wang He menambahkan: “Pernyataan AS kali ini memang tidak menyebutkan nama atau contoh spesifik. Justru cara seperti inilah yang paling efektif untuk menciptakan efek gentar. Dengan membatasi visa secara langsung terhadap individu yang bertindak untuk PKT, langkah ini menjadi serangan yang tepat sasaran. Hal ini memaksa setiap individu menanggung tanggung jawab pribadi, sekaligus menempatkan infiltrasi PKT dan aktivitas agen-agennya di Amerika Tengah di bawah kendali AS.”
Tang Hao juga mengingatkan: “Amerika Latin setiap tahun mengekspor narkoba dalam jumlah besar ke AS, termasuk kokain yang dicampur fentanil. Proses produksi dan distribusi narkoba itu sendiri terkait dengan ekspor korupsi dan manipulasi ilegal PKT di negara-negara Amerika Tengah.”
Rubio menegaskan bahwa AS akan terus menggunakan segala cara untuk menjaga stabilitas kawasan dan keamanan nasional. Sebelumnya, AS juga telah mencabut visa mahasiswa Tiongkok, termasuk mereka yang memiliki hubungan dengan Partai Komunis Tiongkok.
Sumber : NTDTV.com


