Hidup yang Berkembang Setahap demi Setahap

EtIndonesia. Di sebuah pulau di Samudra Hindia, hidup sejenis burung berparuh merah. Tingkat kecerahan warna paruhnya menentukan seberapa menarik ia di mata lawan jenis.

Burung yang ingin lebih menarik harus menyesuaikan kadar karotenoid di dalam tubuhnya. Zat inilah yang membuat warna paruh menjadi merah menyala. Namun, karotenoid juga merupakan elemen penting bagi daya tahan tubuh burung tersebut.

Bagi burung betina, paruh merah yang dalam menandakan seekor jantan yang kuat, karena dia dianggap memiliki cukup cadangan karotenoid. Tetapi para biolog menemukan kenyataan pahit: banyak burung jantan “memaksakan diri” dengan mengalihkan terlalu banyak karotenoid hanya untuk mempercantik paruhnya. Akibatnya, sistem imun mereka melemah, dan sering kali berumur pendek. Demi tampil menonjol, mereka akhirnya justru kehilangan hidupnya.

Kisah burung ini membuat kita merenung: apakah manusia lebih bijak dari burung itu?

Sering kali kita juga menghabiskan energi hidup secara sembrono. Tanpa sempat menabung kekuatan, kita terlalu cepat membakar diri, hingga akhirnya memperpendek umur dan melemahkan tubuh.

Seorang temanku mengalami hal ini. Dalam perjuangannya meraih gelar pascasarjana, dia terlalu banyak menguras tenaga. Dia memang berhasil secara akademis, tetapi kesehatannya rusak.

Dia berkata dengan getir: “Hidup kita panjang. Tak perlu menghabiskan semua energi sekaligus. Justru hidup yang bertumbuh selangkah demi selangkah jauh lebih berharga.”

Hidup ini ibarat sebuah kartu tabungan. Jika kita rajin mengisi dan mengambil secukupnya, nilainya akan terus terjaga. Namun jika kita terus-menerus melakukan overdraft tanpa kendali, kartu itu akhirnya kehilangan nilai, bahkan menjadi beban.

Seorang penulis pernah bercerita tentang seorang doktor ilmu komputer di Amerika. Dia lama mencari pekerjaan, tetapi selalu gagal. Akhirnya, dia mendaftar di sebuah agen tenaga kerja tanpa menunjukkan ijazahnya, hanya sebagai pekerja dengan kualifikasi terendah. Dua pun diterima sebagai pegawai entri data.

Tak lama, bosnya menyadari dia jauh lebih cakap dari pekerja biasa. Saat itu, dia baru menunjukkan ijazah sarjananya. Segera dia dipindahkan ke posisi yang sesuai. Beberapa waktu kemudian, dia membuktikan kemampuannya memberi solusi cerdas. Dia pun menunjukkan ijazah masternya, dan bos langsung mempromosikannya lagi.

Setengah tahun berlalu, dia berhasil menyelesaikan hampir semua persoalan teknis perusahaan. Setelah didesak berkali-kali, barulah dia mengaku bahwa sebenarnya dia bergelar doktor, hanya saja dia menyembunyikannya karena sulit mendapat pekerjaan. Keesokan harinya, sebelum sempat memperlihatkan ijazah doktornya, bos sudah mengumumkan bahwa dia diangkat sebagai wakil presiden perusahaan.

Pesan dari kisah ini jelas: hidup yang tahu berputar, menahan diri, dan melangkah bertahap akan jauh lebih kokoh. Doktor itu telah menerapkan filosofi pertumbuhan bertahap, bukan menghabiskan segalanya sekaligus.

Berbeda dengan burung berparuh merah yang nekat mempertaruhkan hidup demi sekadar pamer, manusia yang bijak tahu kapan harus menabung tenaga, kapan harus maju, dan kapan harus menunggu saat yang tepat.

Hidup yang benar-benar punya daya hidup adalah hidup seperti sungai. Saat terhalang batu atau rimbunan rumput, ia tidak memaksakan diri, tetapi berbelok pelan-pelan, lalu terus mengalir. Dalam proses itu, ia justru semakin kuat, semakin jernih, semakin indah.

Dan seperti aliran sungai itu, hidup yang bertumbuh selangkah demi selangkah akan selalu melantunkan lagu ceria.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine