EtIndonesia. Dunia diguncang oleh peristiwa langka yang terjadi tepat di tengah parade militer besar di Beijing. Presiden Tiongkok, Xi Jinping dan Presiden Rusia, Vladimir Putin secara terbuka membicarakan transplantasi organ serta ambisi hidup hingga usia 150 tahun. Obrolan itu, yang terekam kamera resmi CCTV, langsung menyulut kehebohan global.
Pada hari yang sama, Senator Republik AS, John Cornyn resmi bergabung sebagai pengusul bersama Rancangan Undang-Undang Perlindungan Falun Gong (S817). Dengan demikian, hingga kini tujuh senator AS tercatat mendukung regulasi tersebut, yang ditujukan untuk menghentikan persekusi sistematis Partai Komunis Tiongkok (PKT) terhadap praktisi Falun Gong sekaligus memutus praktik pengambilan organ paksa.
Sorotan Media Global dan Langkah Panik Beijing
Topik ini segera meledak di media internasional. Dari BBC dan Reuters di Eropa, hingga Bloomberg, Fox News, dan AP di Amerika Serikat, seluruh pemberitaan menyorot serius kaitan antara obrolan Xi–Putin dengan isu transplantasi organ di Tiongkok.
Namun, dua hari kemudian, PKT mengambil langkah mengejutkan. Pada 5 September 2025, Reuters mengonfirmasi bahwa mereka menerima surat hukum dari Pemerintah Tiongkok yang mendesak penghapusan rekaman video tersebut. Rekaman pun ditarik mundur dan lebih dari seribu klien media internasional diminta menghapusnya.
Pertanyaannya muncul: Mengapa Beijing baru panik dua hari setelah video itu beredar? Analis menilai, bukan semata karena takut “rahasia bisnis organ” bocor ke luar negeri, melainkan lebih karena kekhawatiran rakyat Tiongkok sendiri mengetahui kenyataan pahit: bahwa mereka selama ini dianggap sebagai “gudang suku cadang hidup” untuk memperpanjang usia elite partai.
Proyek 981: Kesehatan Elit, Nyawa Rakyat Jadi Taruhan
Berdasarkan laporan World Organization to Investigate the Persecution of Falun Gong (WOIPFG) pada Juni 2024, terdapat proyek rahasia bernama “Kesehatan 981” yang sudah berjalan sejak awal 2000-an. Targetnya jelas: memperpanjang usia pejabat tinggi PKT hingga 150 tahun melalui regenerasi organ.
Sebuah iklan lama dari Rumah Sakit 301 Beijing bahkan terang-terangan mempromosikan “perpaduan kebijaksanaan kesehatan tradisional Tiongkok dengan teknologi medis Barat modern.”
Proyek ini dibagi ke dalam tiga fase:
- Fase Pertama: Program promosi kesehatan.
- Fase Kedua: Program “kembali muda.”
- Fase Ketiga: Proyek umur panjang 150 tahun.
Statistik mencurigakan pun muncul. Jika pada tahun 2000 usia rata-rata pejabat PKT hanya sedikit lebih tinggi dari pejabat AS, maka pada 2010 angka itu melonjak hingga 10 tahun lebih panjang dibanding pejabat Amerika.
Laporan WOIPFG menyimpulkan: rahasia lonjakan itu terletak pada pasokan organ, yang bersumber dari eksekusi mati dan kemudian—secara sistematis—dari praktisi Falun Gong serta tahanan hati nurani lainnya.
Bukti Internasional yang Menguatkan
Praktik kelam ini bukan sekadar tuduhan, melainkan sudah tercatat dalam berbagai laporan dan pengadilan internasional:
- Komite PBB Menentang Penyiksaan (2008): Melaporkan lonjakan transplantasi organ di Tiongkok yang bertepatan dengan dimulainya persekusi terhadap Falun Gong.
- China Tribunal (2019): Menyatakan PKT bersalah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan lewat praktik pengambilan organ hidup-hidup. Diperkirakan terjadi 60.000–100.000 transplantasi per tahun tanpa sumber donor yang jelas.
Bahkan pejabat PKT sendiri terkadang tidak bisa menutupi kenyataan. Sebelum wafat pada 2022, mantan sekretaris Partai di Federasi Sastra Nasional Tiongkok, Gao Zhanxiang, pernah mengakui: “Banyak organ di tubuhku sudah bukan milikku sendiri.”
Dampak Politik dan Kemanusiaan
Isu transplantasi organ ini bukan hanya membuka luka lama persekusi Falun Gong, tetapi juga memicu kecaman baru terhadap rezim Xi. Sorotan publik global yang dipicu oleh obrolan Xi–Putin, diikuti dengan langkah hukum AS melalui RUU S817, menambah tekanan politik internasional terhadap Beijing.
Pertanyaan besar kini menggantung di udara: apakah PKT bisa terus menutup praktik yang selama ini disangkal, ataukah obrolan di podium parade justru menjadi awal terbongkarnya rahasia terbesar abad ini?


