Epochtimes.id- Sekolompok orang bersenjata di ibukota Burkina Faso menewaskan tujuh orang dan melukai sekitar lima puluh orang lainnya dalam sebuah serangan terkoordinasi di markas besar militer dan kedutaan Prancis di Burkina Faso, Jumat waktu setempat.
Laporan ini dikonfirmasi oleh Reuters Sabtu (03/02/2018) dari duta besar Prancis yang menyebutnya sebagai serangan teroris.
Tidak ada pihak mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Serangan ini sebagai serangan terbesar ketiga di Ouagadougou hanya dalam waktu dua tahun.
Serangan sebelumnya dilakukan oleh sekutu al Qaeda sebagai aksi pembalasan keterlibatan Burkina Faso dalam perang regional melawan militan.
Juru bicara pemerintah Burkina Faso, Remi Dandjinou mengatakan orang-orang bersenjata tak dikenal menewaskan lima tentara Burkinabe dan melukai sekitar 50 lainnya di markas militer.
“Dua anggota paramiliter Burkina Faso tewas membela kedutaan tersebut,” katanya.
Pernyataan pemerintah mengatakan empat pria bersenjata menyerang di kedutaan Prancis.
Menteri pertahanan mengatakan tiga penyerang tewas di markas tentara tersebut.
Polisi mengatakan salah satu anggota kelompok tersebut berusaha melarikan diri di dekat pasar utama kota setelah dikepung pasukan keamanan.
Sumber diplomatik Prancis mengatakan tidak ada warga Prancis yang terbunuh dalam serangan tersebut.
Saksi mata mengatakan bahwa orang-orang bersenjata bertopeng menyerang markas tentara pusat kota sekitar pukul 10 pagi waktu setempat. (asr)


