Xi dan Putin Bahas Transplantasi Organ, Tersingkap Skandal Proyek Kesehatan Rahasia “981”

EtIndonesia. Percakapan antara pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin tentang transplantasi organ di Beijing saat parade militer memicu perdebatan global. Publik segera mengaitkannya dengan proyek rahasia internal PKT bernama “Proyek Kesehatan Pimpinan 981”, sebuah layanan medis eksklusif untuk pejabat tinggi PKT dengan target memperpanjang usia hingga 150 tahun. Di baliknya tersimpan praktik gelap transplantasi organ.

Pada Jumat (5 September), Kantor berita Reuters menghapus video tersebut dengan alasan mendapat tekanan dari media resmi PKT, CCTV, serta pencabutan izin penggunaan.

Terjemahan pernyataan Putin:  “Dengan perkembangan bioteknologi, organ manusia dapat terus ditransplantasi, bahkan manusia bisa makin muda, bahkan bisa hidup abadi.”

Pernyataan Xi Jinping:  “Prediksi, pada abad ini, manusia mungkin bisa hidup hingga 150 tahun.”

Setelah percakapan ini bocor, iklan terkait “Proyek Kesehatan 981” kembali ditemukan publik.

Proyek ini diluncurkan pada 2005 oleh Rumah Sakit 301 Beijing, khusus untuk memberikan layanan medis bagi pimpinan tertinggi PKT. Slogan promosinya secara terang-terangan menyatakan “melawan kematian” dengan target memperpanjang usia hingga 150 tahun.

Dalam iklan tersebut disebutkan bahwa proyek ini mengintegrasikan teknologi medis mutakhir, termasuk transplantasi organ, dan mengklaim bahwa dalam 60 tahun terakhir, “hasilnya signifikan,” di mana usia rata-rata pimpinan PKT jauh lebih tinggi dibanding rata-rata usia pemimpin negara Barat.

Karena menyangkut isu sensitif, iklan itu segera dihapus. Dalam 25 tahun terakhir, jumlah transplantasi organ di Tiongkok melonjak tajam, dengan waktu tunggu organ jauh lebih singkat daripada standar internasional.

Pada 2019, “Pengadilan Rakyat Independen” di London, Inggris, mengadakan sidang investigasi terkait tuduhan PKT melakukan pengambilan organ secara paksa. Hasilnya menemukan bahwa praktik pengambilan organ paksa di Tiongkok sangat meluas, dengan praktisi Falun Gong sebagai sumber organ utama. 

Sejak 1999, PKT melancarkan penganiayaan brutal terhadap Falun Gong, yang hingga kini belum berhenti.

Seorang penyintas pengambilan organ paksa yang berhasil melarikan diri ke AS, praktisi Falun Gong Cheng Peiming, mengatakan bahwa praktisi Falun Gong menjadi “bank organ hidup” bagi PKT. Menyaksikan Xi dan Putin dengan ringan berbicara soal transplantasi organ membuatnya sangat pedih. Ia berharap kekuatan keadilan di seluruh dunia bersatu untuk mengakhiri kejahatan ini.

Ia diyakini sebagai satu-satunya orang yang masih hidup yang pernah menjadi korban pengambilan organ paksa oleh PKT.

“PKT dalam penganiayaannya terhadap Falun Gong telah menyediakan banyak organ dari kelompok ini. Dahulu orang memperpanjang usia lewat kultivasi rohani, tetapi para pemimpin PKT, iblis-iblis ini, memperpanjang hidup mereka dengan mengambil organ manusia untuk transplantasi,” demikian kesaksian Cheng Peiming. 

“Kejahatan ini terlalu besar, mereka ingin menghancurkan seluruh umat manusia. Saya sangat sedih. Dunia harus sadar, semua orang yang berjiwa adil harus mengulurkan tangan yang kuat untuk menghapus kejahatan ini,” lanjutnya. 

Sebagai tanggapan atas praktik pengambilan organ paksa oleh PKT, pada Mei lalu, DPR AS telah meloloskan “Undang-Undang Penghentian Pengambilan Organ Paksa” untuk menuntut pertanggungjawaban pihak-pihak yang terlibat.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine