Saat Beijing Menuntut Reuters Menghapus Video Xi Jinping yang Membahas “Hidup hingga 150 Tahun”

Pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin baru-baru ini, saat menghadiri parade militer di Beijing, membicarakan topik “transplantasi organ” dan “hidup hingga 150 tahun”. Percakapan itu mengejutkan dunia dan kembali menyorot kejahatan pengambilan organ hidup oleh PKT. Belakangan, Reuters diminta oleh media CCTV milik PKT untuk menghapus video terkait.

EtIndonesia. Pada 6 September, Kantor berita Reuters melaporkan bahwa CCTV PKT meminta mereka menghapus sebuah video berdurasi 4 menit dan mencabut izin penggunaannya.

Video itu berisi percakapan antara Putin dan Xi beberapa hari sebelumnya, di mana mereka membahas “transplantasi organ” dan “hidup abadi”. Xi Jinping bahkan menyebutkan prediksi bahwa manusia “bisa hidup sampai 150 tahun”.

Percakapan yang tidak sengaja terekspos itu segera memicu gelombang opini publik global, membuat isu kejahatan pengambilan organ hidup oleh PKT kembali jadi sorotan.

“Langkah CCTV ini jelas merupakan bentuk sensor lintas negara. Namun menurut saya, langkah seperti ini bukan saja gagal meredam isu, justru memperburuk keadaan. Karena ini adalah tindakan menutup telinga sambil tetap membunyikan lonceng,” kata Komentator politik Tiongkok di AS, Tang Jingyuan. 

Tang menjelaskan, biasanya video semacam ini akan reda dengan sendirinya setelah beberapa waktu. Tetapi dengan tindakan PKT yang menekan Reuters, isu itu malah kembali diperbesar.

“Ini sangat bodoh. PKT selalu berpikir dengan cara seperti ini. Di dalam negeri, mereka bisa melakukan sensor dengan kekerasan. Tapi ketika cara itu dibawa ke dunia internasional, hasilnya hanya akan berbalik arah. Saya menyebutnya menuang minyak ke api.”

Reuters sebelumnya sudah menyebarkan video tersebut ke ribuan klien media di seluruh dunia, termasuk stasiun TV dan lembaga penyiaran internasional besar.

Peneliti di Institut Keamanan Nasional Taiwan, Shen Mingshi, menilai: “Meskipun Reuters menurunkannya, video semacam ini sudah tersebar ke seluruh dunia. Bahkan banyak yang sudah menyimpannya di internet. Jadi, menghapusnya pun tidak ada gunanya.”

Pada 3 September, saat parade militer di Beijing, tayangan CCTV dan berbagai media internasional memperlihatkan Putin, Xi Jinping, dan Kim Jong-un berjalan bersama menuju tribun kehormatan, sambil berbincang lewat penerjemah.

Xi mengatakan: “Dulu, sangat jarang orang bisa hidup sampai 70 tahun. Tapi sekarang, usia 70 masih dianggap anak-anak.”

Putin menimpali: “Organ manusia akan terus bisa ditransplantasi, orang akan hidup semakin muda, bahkan bisa abadi.”

Video memperdengarkan suara tawa. Xi lalu menambahkan: “Diperkirakan abad ini manusia bisa hidup sampai 150 tahun.”

Setelah pernyataan itu disiarkan, opini publik dunia segera memanas. Putin sendiri membenarkan isi percakapan itu, dan mengatakan bahwa Xi yang pertama memulai topik tersebut.

Menurut Shen Mingshi: “Kalau Xi yang memulai, bisa jadi ia sedang sengaja memamerkan kemampuan Tiongkok dalam teknologi transplantasi organ. Bahkan mungkin karena Putin dan Kim Jong-un sama-sama dikabarkan punya masalah kesehatan, Xi ingin menawarkan agar mereka datang ke Tiongkok untuk transplantasi organ.”

Setelah beberapa hari bungkam, Beijing akhirnya menekan Reuters untuk menghapus video itu.

Tang Jingyuan menganalisis bahwa PKT awalnya mengira fokus publik hanya pada sisi “pemimpin diktator ingin hidup panjang umur” — sesuatu yang terdengar bodoh tapi masih bisa ditoleransi. Namun ketika opini berkembang, sorotan beralih pada kejahatan pengambilan organ hidup yang paling ditakuti PKT terbongkar. Karena itulah Beijing panik mencoba memadamkan isu.

“Video ini secara tidak langsung membuat Xi dan Putin mengakui konsep ‘organ milik negara’. Di bawah sistem jahat PKT, rakyat diperlakukan seperti tambang manusia, seperti tanaman yang bisa dipanen. Organ mereka dianggap sebagai aset negara.”

Dalam suratnya kepada Reuters, CCTV menuduh pengeditan video percakapan Xi dan Putin telah “memutarbalikkan fakta” dan menyalahi perjanjian lisensi.

Reuters menanggapi dengan pernyataan bahwa mereka sudah meninjau ulang video tersebut secara cermat dan menyatakan laporannya akurat.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine