Pada Minggu (7 September) dini hari, Rusia melancarkan serangan udara malam hari terbesar sejak dimulainya perang, yang untuk pertama kalinya menyebabkan gedung utama pemerintahan Ukraina di Kyiv terbakar. Sejumlah gedung apartemen juga rusak, menewaskan dan melukai banyak orang.
EtIndonesia. Pada Minggu (7 September) dini hari itu, Rusia menembakkan 805 drone dan 13 rudal ke Ukraina. Dari jumlah tersebut, 751 drone dan 4 rudal berhasil ditembak jatuh oleh pasukan pertahanan Ukraina.
Ini merupakan serangan dengan jumlah drone terbanyak yang dilakukan Rusia sejak invasi besar-besaran ke Ukraina pada Februari 2022.
“Gedung pemerintahan juga terkena serangan. Sebuah gedung pemerintah saat ini terbakar. Sebuah gudang di Distrik Svyatoshynsky juga terbakar. Anda bisa mendengar suara helikopter yang sedang memadamkan api,” kata Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko.
Serangan itu menyebabkan gedung utama pemerintahan Ukraina di Kyiv terbakar, menewaskan tiga orang, termasuk seorang bayi, yang jasadnya ditemukan tim penyelamat di bawah reruntuhan.
Pada saat yang sama, drone Rusia juga menyerang kota pelabuhan Odesa di Ukraina selatan, serta Kremenchuk dan Kryvyi Rih di wilayah tengah, yang mengakibatkan banyak orang terluka dan sejumlah bangunan rusak.
Pejabat Ukraina menegaskan bahwa ini adalah serangan udara malam hari terbesar yang pernah dilakukan Rusia.
Pada hari yang sama, Ukraina juga menyerang pipa minyak Druzhba (“Persahabatan”) di wilayah Bryansk, Rusia. Pipa tersebut menyalurkan minyak Rusia ke Hungaria dan Slovakia.
Komandan pasukan drone Ukraina, Robert Brovdi, pada Minggu menyatakan bahwa pipa tersebut mengalami “kebakaran besar-besaran.” Ia menambahkan bahwa serangan terhadap infrastruktur energi Rusia merupakan balasan atas serangan berkelanjutan Rusia terhadap Ukraina.
Baik Rusia maupun Ukraina sama-sama menyangkal menyerang warga sipil. Namun, sejak invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina dimulai, perang ini telah menewaskan ribuan warga sipil.
Sumber : NTDTV.com


