Mengejutkan! 30–40 Ekor Beruang Ditemukan Makan Sampah di Tempat Pembuangan Sampah di Tibet

EtIndonesia. Baru-baru ini, seorang netizen merekam pemandangan mengejutkan di sebuah tempat pembuangan sampah di Kabupaten Bianba, Tibet: puluhan ekor beruang terlihat sedang mengais dan memakan sampah. Video tersebut viral di internet, membuat warganet heboh sekaligus takut.

Dalam video yang beredar, pada 5 September malam, di sebuah tempat pembuangan sampah dekat kota Kabupaten Bianba, terlihat sekelompok beruang cokelat Tibet (disebut juga “beruang Tibet” atau 藏馬熊). Jumlahnya diperkirakan mencapai 30–40 ekor, pemandangan yang benar-benar mengejutkan.

“Saat pertama melihat, ada puluhan ekor beruang, saya sangat kaget dan juga agak takut,” kata seorang saksi mata bermarga Chen saat diwawancara media. Ia menambahkan bahwa dirinya sempat mengamati selama setengah jam, dan beruang-beruang itu terus mencari makanan tanpa pergi.

Video sekumpulan beruang makan sampah ini memicu diskusi hangat. Banyak netizen terkejut dan berkomentar:

  • “Bagaimanapun juga, ini hewan yang dilindungi tingkat dua secara nasional, tapi sekarang hidupnya seperti ini.”
  • “Apakah di alam liar benar-benar sudah sulit menemukan makanan?”
  • “Ini menunjukkan kerusakan ekologi yang parah, tanpa perlindungan. Hewan liar akhirnya hanya bisa makan sampah lalu berkembang biak. Itu bisa jadi sumber penyakit menular.”

Ini bukan pertama kalinya beruang coklat Tibet terekam sedang makan sampah. Banyak netizen Tiongkok sebelumnya juga membagikan video serupa, bahkan ada yang menunjukkan beruang ini menyerang anjing Tibet (Tibetan Mastiff) yang mencoba mengusirnya.

Chen juga menyebut bahwa beberapa tahun lalu ia pernah melihat beruang di tempat sampah di Tibet, tetapi jumlahnya tidak sebanyak ini. Melihat 30–40 ekor beruang coklat di tempat sampah Bianba adalah hal yang sangat jarang.

Menanggapi hal tersebut, seorang staf pemerintah Kabupaten Bianba menjelaskan bahwa lokasi tempat pembuangan itu jauh dari pusat kota, berada di pegunungan, dan pada malam hari biasanya tidak ada orang di sana. Sampah di lokasi itu umumnya dibuang dengan mobil oleh para pekerja.

Beruang coklat Tibet (nama ilmiah: Ursus arctos pruinosus) dikenal gesit dan cerdik, mampu berlari hingga 56 km/jam. Karena penampilannya yang tampak jinak dan kadang memberi gestur seolah “melambai” pada wisatawan, beberapa turis yang berkunjung ke Tibet sering kali memberi makan hewan ini.

Namun, warga setempat mengingatkan wisatawan luar daerah agar jangan tertipu oleh penampilan beruang tersebut. Beruang cokelat Tibet sangat berbahaya, sehingga wisatawan disarankan untuk selalu menjaga jarak.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine