EtIndonesia. Gerakan protes Generasi Z di Nepal akhirnya menjatuhkan rezim Partai Komunis yang pro-Beijing. Perdana Menteri K.P. Sharma Oli mengundurkan diri dan melarikan diri, sementara para demonstran memanjat tiang bendera di markas pusat Partai Komunis dan merobohkan benderanya.
Pemicu langsung dari protes besar-besaran di Nepal adalah keputusan pemerintah untuk memblokir media sosial, yang dianggap membungkam kebebasan berpendapat. Aksi protes dengan cepat berubah menjadi gerakan perlawanan terhadap rezim komunis.
Pada Senin (8 September), aparat melakukan penindasan brutal yang menewaskan sedikitnya 19 orang. Namun kekerasan itu tidak menghentikan protes, justru memicu kemarahan rakyat yang lebih besar.
Pada Selasa (9 September), situasi dengan cepat lepas kendali. Para demonstran menyerbu gedung-gedung pemerintah, gedung parlemen, serta kediaman Perdana Menteri Oli dan sejumlah pejabat tinggi, lalu membakarnya. Ibu kota Kathmandu dipenuhi asap dan kobaran api.
Beredar banyak video di internet yang menunjukkan mantan ketua partai, kini menjabat Menteri Keuangan, Bishnu Prasad Paudel, ditangkap hidup-hidup dan dipukuli oleh massa. Oli bersama sejumlah pejabat tinggi dikabarkan menaiki helikopter menuju bandara internasional untuk melarikan diri, dan hingga kini keberadaannya tidak jelas.
Video lain menunjukkan para demonstran membakar markas Partai Komunis Nepal. Seorang demonstran memanjat tiang bendera, merobek bendera partai, lalu melemparkannya ke arah massa di bawah. Kerumunan pun meledak dengan sorakan meriah.
Saat ini, berita tentang tumbangnya rezim Nepal menarik perhatian besar di daratan Tiongkok. Banyak warganet secara tersirat menyatakan kegembiraan, bahkan berkomentar: “Kapan hal baik seperti ini akan terjadi pada kita?”
Sumber : NTDTV.com


