Sejak 8 September 2025, rumah sakit di berbagai daerah Tiongkok seperti Shanxi, Hebei, Shaanxi, hingga Ningxia mendadak penuh sesak. Ribuan pasien mengalami gejala batuk hebat dan sesak napas, bahkan ada yang sampai pingsan dan koma. Pihak berwenang menyebut gejala ini sebagai “asma petir”, namun banyak pihak meragukannya. Sejumlah warganet berspekulasi, mungkin telah muncul virus menular baru.
EtIndonesia. Di media sosial Tiongkok, beredar banyak video yang menunjukkan lonjakan pasien sejak 8 September malam. Di Shanxi, banyak orang tiba-tiba mengalami batuk hebat dan kesulitan bernapas sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Sebuah video memperlihatkan IGD Rumah Sakit Bethune di Taiyuan, Shanxi, dipenuhi pasien dan keluarga yang mengantri untuk berobat.
9月8日晚上11点多,山西白求恩医院急诊室爆滿。 pic.twitter.com/H39gfwxd9w
— ying tang (@yingtan04410735) September 10, 2025
Dalam beberapa jam saja, lebih dari 400 pasien diterima, termasuk anak-anak, ibu hamil, dan pasien usia muda. Karena pasien membludak, seorang dokter wanita bahkan berdiri di atas kursi dengan pengeras suara untuk memberi instruksi pertolongan diri kepada pasien.
9月8日,山西太原出現雷暴天氣,病人湧入醫院,幾乎所有的医院爆满。 pic.twitter.com/Xg1paDmiIz
— ying tang (@yingtan04410735) September 10, 2025
Seorang warga yang merekam video berkata: “Astaga, sekarang semua rumah sakit di Shanxi penuh. Benar-benar penuh semua rumah sakit. Isinya anak-anak, satu sekolah asrama sampai satu kelas penuh dibawa ke sini.”
Seorang warga Taiyuan bermarga Xie (nama samaran) menceritakan kepada media Jiupai News, 8 September malam, suaminya tiba-tiba batuk keras saat baru saja berbaring, lalu tidak bisa bernapas. Saat mereka menuju rumah sakit, sopir taksi mengatakan sudah beberapa kali mengantar pasien dengan gejala serupa, bahkan ada yang sampai pingsan.
Keesokan harinya, saat suaminya kembali ke rumah sakit untuk kontrol, pasien yang datang justru lebih banyak dari malam sebelumnya.
Rumah Sakit Pertama Universitas Kedokteran Shanxi dan Rumah Sakit Bethune Shanxi mengkonfirmasi, karena pasien membludak sejak 8 September malam, mereka kini memberlakukan sistem antrian dan pendaftaran sebelum bisa berobat.
9月8日晚,河北石家莊出現異常雷電。 pic.twitter.com/SVZ4sMnFZ0
— ying tang (@yingtan04410735) September 10, 2025
Seorang staf Rumah Sakit Pertama Universitas Kedokteran Shanxi menyebutkan, sejak 8 September tengah makan hingga sekarang, bagian IGD sudah menerima hampir 300 pasien.
Pada 8 September malam, Shanxi dan Shijiazhuang dilanda cuaca aneh berupa badai petir dengan kilatan listrik dan guntur yang intens.
Pihak resmi mengklaim bahwa para pasien yang tiba-tiba batuk dan sesak napas itu menderita “asma petir” — kondisi asma yang dipicu alergi serbuk sari akibat badai hujan. Namun banyak warganet meragukannya: “Baru kali ini dengar ada penyakit seperti itu.”; “Memangnya ada serbuk sari di cuaca seperti ini?”
9月9日,河北某地醫院湧入大量“雷暴哮喘”患者。 pic.twitter.com/3yimpVtxou
— ying tang (@yingtan04410735) September 10, 2025
Komentar warganet lain:
- “Kemarin saya batuk terus, ternyata ada penyebabnya? Jalan sebentar saja sudah terasa sesak, seperti mau mati.”
- “Saya kira gara-gara rokok, batuk sampai susah napas.”
Dalam dua hari terakhir, tak hanya di Taiyuan, Shanxi, tetapi juga di banyak daerah Tiongkok muncul pasien dalam jumlah besar dengan gejala batuk hebat dan sesak napas yang mendadak. Media sosial dibanjiri video dan unggahan terkait.
Di Shijiazhuang, Hebei, banyak rumah sakit seperti RS Anak Hebei, RS Rakyat Hebei, hingga RS Kedua Shijiazhuang dipenuhi pasien di IGD dan poli pernapasan.
Shi Yanxi, direktur RS Anak Hebei, mengatakan kepada media Zonglan News: “Hari ini ada tujuh hingga delapan pasien anak yang harus dirawat inap. Sebagian sudah menunjukkan gejala batuk dan asma sejak tadi malam.”
Guan Jitao, dokter spesialis pernapasan di RS Kedua Universitas Kedokteran Hebei, menyebutkan antara pukul 22.00–01.00 pasien dengan gejala sesak dada dan sulit bernapas meningkat tajam, dan jumlah pasien pada 9 September siang bertambah 50% dibanding hari biasa.
Lu Houqiang, dokter spesialis paru RS Kedua Shijiazhuang, mengatakan dari lebih 40 pasien yang ditangani pada 9 September pagi, hampir 30 orang menunjukkan gejala asma. “Banyak pasien tiba-tiba sesak napas dan batuk semalaman, bahkan ada yang terbangun dari tidur karena merasa tercekik.”
Video lain memperlihatkan banyak anak di Yulin, Shaanxi, mengalami gejala asma dan harus dirawat dengan nebulizer di klinik-klinik.
9月9日,医院排队等不起,好歹诊所还可以雾化,榆林雷暴天气把娃都害苦了。 pic.twitter.com/gXQxQ6CJdT
— ying tang (@yingtan04410735) September 10, 2025
Di Pingluo, Ningxia, antrean pasien juga membludak di rumah sakit, banyak yang memakai masker.
Di RS Anak Tianjin, antrean pasien juga mengular panjang, dengan banyak orang tua membawa anak-anak mereka yang sakit.
9月9日晚上,寧夏平罗的天空响了几声雷,然后就出现了大量的儿童哮喘,现在医院排队就诊的人非常非常的多。 pic.twitter.com/PhpJlpc3qS
— ying tang (@yingtan04410735) September 10, 2025
Fenomena mendadak banyaknya pasien gangguan pernapasan di berbagai daerah Tiongkok ini menimbulkan kekhawatiran. Banyak warganet menduga adanya virus baru:
9月9日晚,天津儿童医院爆滿,大量兒童突然咳嗽,喘不上来气。 pic.twitter.com/rslWGrxAp3
— ying tang (@yingtan04410735) September 10, 2025
- “Apakah ini varian baru?”
- “Jangan-jangan hasil penelitian virus dari para ‘ahli’ itu?”
- “Mungkinkah ini efek jangka panjang dari COVID-19?”
- “Sebaiknya tetap waspada.”
Sumber : NTDTV.com


