EtIndonesia. Pada 8 September, ribuan warga Nepal turun ke jalan untuk memprotes larangan media sosial yang diberlakukan pemerintah. Aksi tersebut dibubarkan dengan kekerasan oleh aparat, menewaskan sedikitnya 22 orang dan melukai ratusan lainnya, sehingga memicu kemarahan besar rakyat.
Pemerintah Nepal pekan lalu memutuskan untuk menutup 26 platform media sosial, termasuk Facebook, YouTube, X, dan WhatsApp. Keputusan ini memicu ketidakpuasan yang sangat besar, khususnya di kalangan anak muda.
Pada 9 September, situasi dengan cepat lepas kendali. Ribuan orang di ibu kota Kathmandu menentang aturan darurat militer dan tetap turun ke jalan. Para demonstran menyerbu gedung pemerintah, gedung parlemen, serta kediaman Perdana Menteri Oli dan beberapa pejabat tinggi, lalu membakar bangunan tersebut.
Seorang demonstran bahkan memanjat atap, merobek bendera partai Komunis, dan mendapat sorakan riuh dari massa.
Menghadapi situasi yang tak terkendali, pada 9 September, Perdana Menteri berusia 73 tahun sekaligus Ketua Partai Komunis Nepal (UML), Khadga Prasad Oli, mengumumkan pengunduran dirinya. Tak lama kemudian, Presiden Ram Chandra Poudel juga menyampaikan surat pengunduran diri. (***)
Sumber : NTDTV.com







