PM Israel: Kami akan Terus Melawan Dalang Serangan Teroris

Setelah militer Israel melakukan serangan terarah terhadap pimpinan senior Hamas yang bermarkas di Doha, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa perburuan terhadap teroris Hamas akan mengikuti pola Amerika Serikat dalam memburu para pelaku teror setelah serangan 11 September.

EtIndonesia.  Pada Rabu (10/9), usai Israel menyerang markas Hamas di Doha, pasukan keamanan dan pemadam darurat Qatar meningkatkan pengamanan di sekitar lokasi serangan.

Netanyahu menegaskan bahwa serangan presisi Israel terhadap pimpinan Hamas di Qatar merupakan langkah yang sama dengan strategi AS memburu teroris Al-Qaeda pasca tragedi 9/11.

Netanyahu berkata:  “Kami telah memburu dalang serangan massal 7 Oktober. Kami bertindak di Qatar, negara yang memberikan tempat berlindung aman, melindungi teroris, mendanai Hamas, menyediakan vila mewah bagi pimpinan mereka, serta memenuhi semua kebutuhan mereka.”

Netanyahu memperingatkan bahwa Qatar harus mengusir para teroris Hamas atau menyerahkan mereka ke pengadilan, jika tidak, militer Israel mungkin akan mengambil langkah lebih lanjut.

Hari yang sama, militer Israel mengumumkan sedang melaksanakan operasi di pinggiran Kota Gaza. Dalam pernyataan, militer menyebut pasukan sedang menyingkirkan teroris serta menghancurkan fasilitas militer dan terowongan bawah tanah milik kelompok bersenjata Gaza.

Sehari sebelumnya, militer Israel telah mendesak warga Kota Gaza untuk mengungsi sebelum operasi besar-besaran dimulai terhadap benteng terakhir Hamas.

Menteri Pertahanan Israel,  Israel Katz.pada Rabu meninjau pasukan di Jalur Gaza. Ia kembali menegaskan syarat mutlak untuk mengakhiri perang di Gaza.

“Kami sedang melaksanakan sebuah operasi, dan akan terus melanjutkannya. Satu-satunya cara untuk mengakhirinya adalah jika mereka (Hamas) menyerah, membebaskan sandera, dan melucuti senjata,” katanya. 

Hari yang sama, Israel kembali melancarkan serangan udara hebat terhadap kelompok Houthi di Yaman. Menurut pejabat Yaman, Israel menargetkan fasilitas militer di ibu kota Sana’a serta sebuah stasiun pengisian bahan bakar. Serangan ini menewaskan sedikitnya 9 orang.

Netanyahu berkata:  “Dua hari lalu, Houthi menyerang Bandara Ramon. Itu tidak membuat kami mundur. Hari ini kami kembali melancarkan serangan udara, menghantam fasilitas teror mereka, basis tempat para teroris berkumpul, serta target-target lainnya.”

Israel sebelumnya telah berulang kali menyerang target di Yaman sebagai respons atas serangan rudal dan drone yang dilancarkan Houthi terhadap Israel.

IAEA Akan Masuk Iran untuk Memeriksa Fasilitas Nuklir

Di hari yang sama, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, menyatakan bahwa lembaganya akan diizinkan memasuki semua fasilitas nuklir Iran untuk melakukan pemeriksaan, berdasarkan kesepakatan baru dengan Teheran.

 “Kemarin di Kairo, saya bersama Menteri Luar Negeri Iran, Araghchi, menandatangani perjanjian tentang mekanisme praktis pelaksanaan pengawasan di Iran. Ini adalah langkah penting ke arah yang benar,” ujarnya. 

Grossi menambahkan bahwa badan pengawas nuklir PBB juga meminta Iran melaporkan keberadaan bahan nuklir yang sebelumnya berada di fasilitas yang rusak akibat serangan dalam perang 12 hari terakhir.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine