London Gelar Pawai Kebebasan Berbicara yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya, Elon Musk Sampaikan Pesan

EtIndonesia. Pada 13 September 2025, aktivis konservatif Inggris Tommy Robinson menggelar acara “Festival Kebebasan Berekspresi” (Free Speech Festival) di depan Downing Street, yang merupakan bagian dari gerakan UNITE THE KINGDOM (“Satukan Kerajaan”). Acara ini menarik tokoh-tokoh internasional yang mendukung kebebasan berbicara. Menurut laporan, hampir 1 juta orang turut hadir.

Selain pidato dari berbagai tokoh ternama, miliarder asal Amerika Serikat Elon Musk juga menyampaikan pesan melalui video kepada para demonstran. 

Acara tersebut juga mengadakan peringatan untuk mengenang tokoh konservatif Amerika, Charlie Kirk, yang baru saja dibunuh dalam serangan ketika ia mengkampanyekan gerakan kebebasan berbicara di kampus.

Gambar-gambar yang beredar di media sosial menunjukkan bahwa aksi “Satukan Kerajaan” berlangsung dalam skala besar, dengan banyak peserta membawa bendera Inggris. Penyelenggara menyatakan lebih dari sejuta orang ikut serta dalam aksi tersebut.

Namun, polisi mengumumkan bahwa jumlah peserta aksi yang diorganisir Robinson sekitar 110 ribu orang, sementara jumlah massa yang menentang acara itu sekitar 5 ribu orang. Angka ini memicu keraguan dan perdebatan di kalangan warganet.

Dalam pidatonya lewat video, Musk menekankan pentingnya kebebasan berbicara, mengecam kekerasan dari kelompok kiri, serta menyinggung kasus pembunuhan dingin Charlie Kirk—yang justru dirayakan secara terbuka oleh sebagian kalangan kiri.

Musk menyerukan “akal sehat” dan “keadilan”. Ia mengatakan: “Saya ingin menekankan akal sehat dan keadilan, yaitu keputusan seharusnya dibuat berdasarkan kemampuan. Jika seseorang berbakat dan rajin, itu harus menjadi satu-satunya jalan untuk naik. Tidak seharusnya ada diskriminasi berdasarkan gender, agama, ras, atau hal lainnya.”

Aksi “Satukan Kerajaan” juga mengadakan doa dan penghormatan untuk mengenang Charlie Kirk, tokoh konservatif Amerika yang ditembak mati pada 10 September saat memberi kuliah di sebuah universitas di Utah. Peristiwa itu memicu gelombang peringatan di seluruh dunia.

Di hari yang sama, kelompok Stand Up To Racism juga menggelar aksi tandingan. Selain itu, di London juga berlangsung pertandingan besar Liga Inggris antara West Ham United melawan Tottenham Hotspur, serta konser dan acara lainnya.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine