Pada 12 September 2025 malam, dua ledakan terdengar di langit Weifang, Shandong, Tiongkok. Banyak warga merekam video dua benda bercahaya yang terbang dan kemudian ditembak jatuh, mirip dengan adegan intersepsi rudal. Pihak berwenang Tiongkok bungkam, sementara warganet berspekulasi apakah ada “kejadian besar” yang terjadi.
EtIndonesia. Beberapa video yang beredar di daratan Tiongkok menunjukkan dua ledakan dahsyat di wilayah Weifang, Tiongkok. Sekitar pukul 21:03, sebuah bola cahaya meluncur dari permukaan tanah dengan lintasan parabola. Bola cahaya itu sempat menerangi awan di langit.
Saat mendekati daratan, bola tersebut bertabrakan dengan objek putih yang datang dari arah berlawanan, lalu terjadi ledakan besar.
Sekitar pukul 21:08, kejadian serupa kembali terjadi. Banyak warga berhasil merekamnya, dan sejumlah saksi mengatakan kepada media daratan Tiongkok bahwa mereka mendengar dua kali dentuman keras berturut-turut.
Seorang perekam video berteriak: “Gawat, itu rudal!” Banyak warganet juga berpendapat bahwa itu jelas intersepsi rudal oleh militer, lalu ramai berspekulasi ada perubahan besar yang sedang berlangsung.
Beberapa media lokal yang dikuasai pemerintah tampak berusaha meredam isu ini dengan menyebutnya sebagai “uji coba intersepsi rudal”. Ada juga yang mengatakan sebagai latihan tempur, tetapi klaim ini justru memicu keraguan besar warganet.
Biasanya, uji coba atau latihan rudal Tiongkok dilakukan di wilayah barat atau di laut, sangat jarang dilakukan di provinsi padat penduduk seperti Shandong.
Banyak warganet mempertanyakan: “Mana mungkin diadakan di tengah kota?”, “Mengapa di area permukiman?”, “Latihan di atas langit kota?”
Badan Manajemen Darurat Weifang hanya menyatakan telah menerima laporan, namun hingga kini belum mengumumkan hasil investigasi.
Hingga berita ini ditayangkan, militer maupun otoritas lokal Tiongkok belum memberikan penjelasan.
Menurut data publik, Grup Angkatan ke-80 dari Komando Wilayah Utara Tiongkok ditempatkan di kota Weifang.
Sejumlah media lokal melaporkan peristiwa ini, tetapi sengaja menghindari menyebut kata “Weifang” dan hanya menyebut secara umum “Shandong”.
Saat ini, situasi politik di Tiongkok tengah bergejolak, dengan persaingan keras dalam tubuh militer. Pemerintah berusaha keras menjaga “stabilitas” dan menutupi semua informasi yang dianggap merugikan.
Sumber : NTDTV.com


