Surabaya, 12 September 2025 – Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2025 secara resmi dibuka dalam sebuah acara ceremonial yang dipusatkan di Masjid Al-Akbar Surabaya. Gelaran tahunan yang diinisiasi Bank Indonesia ini mengusung tema “Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Memperkuat Stabilitas dan Kemandirian Ekonomi Regional”, dengan fokus pada tiga pilar utama: pertumbuhan (growth), inklusi, dan digitalisasi.
Acara pembukaan dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Imam Hartono, serta Kepala Perwakilan BI Jawa Timur Ibrahim. Turut hadir perwakilan dari Komisi XI DPR RI, Forkopimda Jawa Timur, MUI, akademisi, pelaku usaha, dan komunitas pesantren.
Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan peran strategis Jawa Timur dalam pengembangan ekonomi syariah nasional. “Jawa Timur memiliki 4.450 pesantren dengan 566.000 santri, menjadikannya pusat pendidikan pesantren terbesar di Indonesia. Melalui FESyar, kami ingin menjadikan Jawa Timur bukan hanya gerbang santri untuk Indonesia, tetapi untuk dunia,” ujarnya.
Khofifah juga menyoroti pentingnya penguatan sertifikasi halal dan dukungan terhadap UMKM. Ia mencontohkan inisiatif Rumah Potong Hewan (RPH) Halal yang sedang dikembangkan di Gresik serta potensi ekspor produk halal Indonesia ke pasar global, termasuk untuk memenuhi kebutuhan haji dan umrah.
Ibrahim, Kepala Perwakilan BI Jawa Timur, memaparkan capaian dan strategi FESyar Jawa 2025 melalui program SATU GERBANG (Sinergi Amanah Tumbuh Unggul). Program ini diwujudkan melalui tiga pilar:
- HALALAN: Akselerasi sertifikasi halal, pengembangan Zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, Sehat), dan kemandirian pesantren.
- SIAGA: Penguatan pembiayaan syariah, Gerakan Sadar Wakaf melalui aplikasi Satu Wakaf dan Wakaf Gathering, serta capacity building UMKM.
- CEMERLANG: Literasi ekonomi syariah melalui kajian tematik dan edukasi masyarakat.
“Hingga saat ini, bisnis matching perdagangan telah mencapai Rp 54,2 miliar dan pembiayaan syariah Rp 66,2 miliar. Ini adalah bukti nyata penguatan ekonomi syariah di Jawa,” ungkap Ibrahim.
Imam Hartono, Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Pusat, menyampaikan enam inisiatif strategis BI untuk mendukung transformasi ekonomi syariah menuju Indonesia Emas 2045:
- Gerakan Santri dan rantai nilai halal
- Jaringan wirausaha syariah (Jawara Ekspor)
- Gerakan Berjamaah Akselerasi Halal (Gema Halal)
- Sinergi Perdagangan dan Pembiayaan Syariah (Sapa Syariah)
- Kanal ZISWAF
- Literasi dan inklusi ekonomi syariah (Lentera Emas)
“Ekonomi syariah harus menjadi arus utama pembangunan ekonomi nasional. Dari Jawa Timur, dari pesantren, dari UMKM, kita bangun ekonomi yang tidak hanya tumbuh, tetapi juga menumbuhkan,” tegas Imam.
FESyar Jawa 2025 juga mendapat dukungan penuh dari seluruh gubernur se-Jawa, yang disampaikan melalui video sambutan. Mereka menyatakan komitmen untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam membangun ekonomi syariah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Opening Ceremony dan Kunjungan Pameran
Puncak acara ditandai dengan prosesi pembukaan simbolis dengan memasukkan kunci bersama oleh Gubernur Jatim, perwakilan DPR RI, BI, dan para stakeholder utama. Acara dilanjutkan dengan kunjungan ke area pameran yang menampilkan produk-produk unggulan UMKM halal, layanan perbankan syariah, dan industri kreatif berbasis syariah.
FESyar Jawa 2025 berlangsung dari tanggal 12–14 September 2025 dan terbuka untuk umum. Melalui gelaran ini, diharapkan tercipta ekosistem ekonomi syariah yang kokoh, inklusif, dan siap bersaing di tingkat global.


