Perkuat Jaminan Produk Halal Terintegrasi untuk Tingkatkan Daya Saing Ekonomi Syariah

Surabaya, 12 September 2025 – Festival Ekonomi Syariah Kawasan Jawa (FESyar Jawa) 2025 menghadirkan talkshow bertajuk “Penguatan Ekosistem Halal Nasional melalui Jaminan Produk Halal Terintegrasi” di Ballroom Almarwah Masjid Agung Al-Akbar Surabaya. Acara ini menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat jaminan produk halal sebagai fondasi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Muhammad Nur Nugroho, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, menyoroti potensi besar ekonomi syariah global yang diproyeksikan mencapai US$ 3,36 triliun pada tahun 2028. “Indonesia saat ini menduduki peringkat ketiga dunia sebagai negara dengan ekosistem halal terbaik. Ini momentum untuk memperkuat sertifikasi halal yang kredibel dan terintegrasi,” ujarnya.

Prof. Dr. Fredy Kurniawan (Auditor Kajian Halal ITS): Pentingnya Digitalisasi dan Literasi Halal

Prof. Fredy menekankan bahwa jaminan produk halal harus mencakup seluruh rantai pasok, dari bahan baku hingga distribusi. “Sertifikasi halal bukan hanya tentang logo, tetapi tentang integritas seluruh proses. Digitalisasi sistem jaminan halal menjadi kunci untuk memastikan transparansi dan kepercayaan konsumen,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya literasi halal bagi pelaku usaha dan konsumen. “Banyak UMKM yang belum memahami pentingnya pencatatan proses produksi. Pelatihan dan sosialisasi masif diperlukan agar mereka dapat memenuhi standar halal,” tambahnya. Prof. Fredy menyarankan pengembangan aplikasi pemindaian barcode untuk memverifikasi kehalalan produk secara real-time.

Fajar Isnugroho (Direktur RPH Surabaya): RPH sebagai Penjaga Kehalalan dari Hulu

RPH Surabaya, yang telah berdiri sejak 1927, memastikan seluruh proses pemotongan hewan sesuai syariat Islam. “Kami memiliki 8 dokter hewan dan 9 juru sembelih halal bersertifikat. Setiap hewan dipastikan sehat sebelum dipotong, dan dagingnya layak konsumsi serta halal,” tegas Fajar.

Ia mengajak masyarakat untuk hanya membeli daging dari RPH bersertifikat. “Daging murah belum tentu halal. Banyak pemotongan liar yang mengabaikan aspek kehalalan. Konsumen harus cermat dan memastikan produk yang dibeli memiliki sertifikat halal resmi,” imbaunya. RPH Surabaya juga telah membangun sentra penjualan daging halal yang bekerja sama dengan UMKM.

Indiarto Wicaksono (Region Lead Eastern Indonesia Paragon Technology and Innovation): Halal sebagai Lifestyle dan Komitmen

Paragon, dengan 14 brand kecantikan termasuk Wardah dan Emina, menjadikan halal sebagai core value bisnis. “Kami memastikan seluruh proses, dari bahan baku hingga distribusi, tersertifikasi halal. Halal bukan hanya logo, tetapi menjadi lifestyle yang menjamin kenyamanan dan keamanan konsumen,” ungkap Indiarto.

Paragon juga berkomitmen pada sustainability dan pemberdayaan masyarakat. “Kami tidak hanya fokus pada bisnis, tetapi juga pada dampak sosial dan lingkungan. Halal adalah bagian dari tanggung jawab kami kepada masyarakat,” tambahnya. Sebanyak 95% bahan baku Paragon berasal dari Indonesia, memperkuat rantai pasok lokal.

Muhammad Fauzi (Sekretaris Satgas Halal Kemenag Jatim): Gratisnya Sertifikasi Halal untuk UMKM

Fauzi menyebutkan bahwa sertifikasi halal untuk UMKM telah digratiskan oleh pemerintah. “Setiap tahun, Kementerian Agama menyediakan 1 juta sertifikat halal gratis untuk pelaku usaha mikro kecil. Namun, kesadaran masyarakat masih rendah,” ujarnya. Jawa Timur saat ini berada di peringkat ketiga secara nasional dalam jumlah sertifikat halal.

Ia menjelaskan mekanisme sertifikasi halal yang mudah melalui aplikasi halal. “Pelaku usaha didampingi oleh pendamping PPH (Proses Produksi Halal) untuk memastikan seluruh proses memenuhi standar halal. Tidak perlu datang ke kantor, semua bisa diakses dari rumah,” jelas Fauzi. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan bersama untuk menindak pelaku yang menyalahgunakan logo halal.

Kesimpulan: Kolaborasi untuk Ekosistem Halal yang Kredibel

Talkshow ini menyimpulkan bahwa penguatan ekosistem halal memerlukan kolaborasi semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, pelaku usaha, dan konsumen. Sertifikasi halal yang terintegrasi tidak hanya menjamin kepatuhan syariah, tetapi juga meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Bank Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan ekonomi syariah melalui pendampingan, literasi, dan fasilitasi sertifikasi halal. Dengan sinergi ini, diharapkan Jawa Timur dapat menjadi pusat halal Indonesia dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi syariah nasional.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine