Menlu AS Marco Rubio Kunjungi Israel Pasca Serangan ke Qatar

EtIndonesia. Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengunjungi Israel pada 14 September, setelah operasi militer negara itu melawan kelompok teroris Hamas yang memicu serangan ke Qatar dan meningkatnya aksi militer di Jalur Gaza.

Rubio dan Presiden Donald Trump sebelumnya bertemu dengan Perdana Menteri Qatar pada 12 September untuk membahas dampak operasi Israel yang menargetkan pimpinan Hamas di ibu kota Doha. Sedikitnya enam orang tewas dalam serangan tersebut. Baik Hamas maupun pemerintah Qatar mengecam serangan itu, dengan menyatakan bahwa hal tersebut menunjukkan Israel tidak berniat mencapai kesepakatan. Trump pun menyatakan ketidaksetujuannya terhadap serangan tersebut.

Saat bertolak menuju Yerusalem, Rubio menegaskan akan membicarakan serangan di Qatar dan bagaimana hal itu memengaruhi diskusi seputar Gaza. Namun, ia tetap menegaskan sikap menentang Hamas dan menekankan bahwa hubungan Amerika Serikat–Israel masih kuat.

“Fokus saya adalah memastikan kembalinya para sandera, mencari cara agar bantuan kemanusiaan bisa menjangkau warga sipil, dan membahas ancaman yang ditimbulkan Hamas,” tulis Rubio di platform X pada 13 September sore. “Hamas tidak bisa terus ada jika perdamaian di kawasan menjadi tujuan.”

Pada 14 September, Rubio bersama istrinya mengunjungi Tembok Ratapan (Western Wall) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan istrinya, serta Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee dan istrinya.

“Saya pikir kunjungan [Rubio] ini menjadi bukti ketahanan dan kekuatan aliansi Israel–Amerika,” ujar Netanyahu. “Aliansi itu sekuat dan setangguh batu-batu Tembok Ratapan yang baru saja kita sentuh.”

Kunjungan Rubio berlangsung di tengah meningkatnya operasi militer Israel di Jalur Gaza yang hingga 14 September menewaskan 13 orang dan melukai puluhan lainnya, menurut laporan rumah sakit setempat.

Kunjungan ini juga dilakukan di tengah meningkatnya tekanan internasional agar Palestina diakui sebagai negara resmi, sesuatu yang ditentang keras oleh Netanyahu.

Trump berpendapat bahwa pengakuan terhadap negara Palestina hanya akan memberi keuntungan bagi Hamas. Rubio juga baru-baru ini memperingatkan wartawan soal potensi dampak negatif, seperti terhambatnya upaya di Gaza dan kemungkinan Israel memilih mencaplok Tepi Barat.

Pada 5 September, Rubio menyampaikan bahwa pemerintahan Trump telah menegaskan kepada negara-negara yang berupaya secara sepihak mengakui negara Palestina, bahwa hal itu tidak akan terjadi karena justru akan mempersulit tercapainya gencatan senjata.

Laporan ini disusun oleh Ryan Morgan, Guy Birchall, dan The Associated Press.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine